News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Lewat Archkidtecton, Arsitek Ini Ajarkan Dasar-dasar Arsitektur kepada Anak-anak

Editor: Dodi Esvandi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Lewat Archkidtecton Sugiarto Witaria memperkenalkan dasar-dasar arsitektur kepada anak-anak sejak usia dini

Mengapa pemahaman 2D dan 3D penting? 

Karena dengan memahami bentuk dari berbagai sudut pandang memutar, membalik, membedah, atau memotong objek, anak-anak dilatih untuk melihat suatu masalah dari berbagai sisi. 

Pendekatan ini akan memberikan data yang lengkap, yang kemudian dapat digunakan untuk menemukan solusi masalah secara kreatif, inovatif serta artistik.” jelas Sugi.

Baca juga: Mengela 3 Keraton di Luar Pulau Jawa, Warisan Sejarah dan Arsitektur yang Mempesona

Suami dari Erika Halim pemilik klinik kesehatan IGorgeous dan Genqi itu menjelaskan, semua murid yang belajar di Archkidtecton belajar dari nol mulai dari dua dimensi dan juga tiga dimensi.

“Kenapa dari nol? Karena seperti belajar bahasa yang memiliki huruf sendiri seperti Rusia, Cina, Jepang atau Korea, kita sebagai manusia visual itu mengingat gambar itu jauh lebih mudah daripada membuat gambar. Jadi misal kalau ditanya di sekolah ini gambar bentuk atau objek apa, mereka bisa dengan mudah untuk mengenal dan menyebutkan namaya dengan benar, tapi belum tentu bisa kalau untuk disuruh membuat gambar itu,” ungkap Sugi.

Sugi menambahkan, anak murid di Archkidtecton mulai dari usia 7 hingga 15 tahun. Biasanya mereka belajar 4 kali dalam sebulan dengan biaya antara Rp750 ribu hingga Rp1,5 juta per bulan.

“Visi Archkidecton adalah mendorong anak-anak Indonesia untuk lebih menikmati proses belajar daripada sekadar mengejar hasil instan," kata dia.

"Kami juga ingin lebih banyak anak dikenalkan ke bidang arsitektur, karena arsitektur adalah salah satu wadah yang menggabungkan berbagai disiplin ilmu STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika) dengan Art atau seni. Ini adalah cara yang menyenangkan dan kreatif untuk mengembangkan banyak keterampilan sekaligus," ujar Sugi 

"Yang lebih seru lagi, karena dapat diaplikasikan ke banyak cabang lain. Jadi tidak hanya untuk profesi arsitek tapi juga bisa untuk profesi lain seperti interior designer, fashion designer, product designer, game designer, film set desainer atau bisa juga jadi sutradara, dll,” pungkas Sugi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini