"Kalau tiap Kamis bukan hari puasa Ramadhan rutin bersih-bersih. Tapi kalau mau masuk puasa maka selama sebulan itu tidak pergi ke kubur. Nanti lagi kalau sudah perayaan hari lebaran ke kuburan lagi," kata perempuan yang bekerja di PT Angkasa Pura Manado itu. Begitu juga Widiyanto.
Sembari menyapu makam ibunya, dia mengatakan berziarah sebagai tanda bakti kepada orang tua yang telah meninggal dunia. "Anak yang saleh itu selalu ingat mereka yang telah mendahului kita. Mendoakan dan membersihkan," kata Kepala KPLP Bitung itu. Menurut Ustad Makalag, pemuka agama di Girian Bawah, sepengetahuannya sejak 1952 tradisi ziarah itu telah ada.
Baca tanpa iklan