Selesai salam rakaat ke 6 baca kembali lafal ini:
Lafal latin: Fadhlam minallaahi wa ni'mataw wa maghfirataw wa rahmatal laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lahu lahul-mulku wa lahul-hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir.
Arti: Kami memohon kemurahan Allah dan nikmat-Nya dan ampunan serta rahmat-Nya, tidak ada tuhan melainkan Allah. Ia Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala puji, Zat yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia atas segala sesuatu Mahakuasa.
Kemudian bilal membaca shalawat seperti tersebut di atas dan jemaah menjawabnya: "Allaahumma shalli wa sallim 'alaiih".
Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanan Shalat Tarawih Rakaat 7-8.
5. Bacaan kelima sebelum Rakaat 9-10
Selesai salam pada rakaat yang ke-10 bilal bersama-sama para jemaah membaca: Subhaanal-malikil-qudduus, sampai akhir seperti tersebut di atas.
Sampai di sini boleh lanjut atau diselingi dengan bacaan doa lailatul qodar yaitu:
Lafal latin: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu'anni/(na).
Artinya: Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku.
Setelah itu bilal mengucapkan:
Lafal latin: Al-khaliifatul-uulaa amiirul-mu'miniina sayyidunaa Abuu Bakrinish-shiddiiq.
Arti: Khalifah pertama, amirul-mukminin penghulu kami Abu Bakar Shiddiq"
Dan jemaah menjawab:
Lafal latin: Radhiyallaahu 'anhu.
Arti: Semoga rida Allah atasnya.
Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanan Shalat Tarawih Rakaat 9-10.
6. Bacaan keenam sebelum Rakaat 11-12
Selesai salam rakaat ke 10 baca kembali lafal ini:
Lafal latin: Fadhlam minallaahi wa ni'mataw wa maghfirataw wa rahmatal laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lahu lahul-mulku wa lahul-hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir.
Arti: Kami memohon kemurahan Allah dan nikmat-Nya dan ampunan serta rahmat-Nya, tidak ada tuhan melainkan Allah. Ia Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala puji, Zat yang menghidupkan dan mematikan, dan
Dia atas segala sesuatu Mahakuasa.
Kemudian bilal membaca shalawat seperti tersebut di atas dan jemaah menjawabnya: "Allaahumma shalli wa sallim 'alaiih".
Lalu dilanjutkan dengan pelaksanan Shalat Tarawih Rakaat 11-12.
7. Bacaan ketujuh sebelum Rakaat 13-14
Selesai salam pada rakaat yang ke 12, bilal bersama-sama para jemaah membaca: Subhaanal-malikil-qudduus.
Sampai akhirnya dan diteruskan dengan shalawat seperti tersebut di atas.
Sampai di sini boleh lanjut atau diselingi dengan bacaan doa lailatul qodar yaitu:
Lafal latin: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu' anni/(na)
Arti: Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku
Setelah itu bilal mengucapkan:
Lafal latin: Al-khaliifatuts-tsaaniyatu amiirul-mu'miniina sayyidunaa 'Umarubnul-Khaththaab.
Arti: Khalifah yang kedua, amirul-mukminin penghulu kami Umar bin Khaththab.
Dan jemaah menjawab:
Lafal latin: Radhiyallaahu 'anhu.
Arti: Semoga rida Allah atasnya.
Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanan Shalat Tarawih Rakaat 13-14.
8. Bacaan kedelapan sebelum Rakaat 15-16
Selesai salam rakaat ke 14 baca kembali lafal ini:
Lafal latin: Fadhlam minallaahi wa ni'mataw wa maghfirataw wa rahmatal laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lahu lahul-mulku wa lahul-hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir.
Arti: Kami memohon kemurahan Allah dan nikmat-Nya dan ampunan serta rahmat-Nya, tidak ada tuhan melainkan Allah. Ia Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala puji, Zat yang menghidupkan dan mematikan, dan
Dia atas segala sesuatu Mahakuasa.
Kemudian bilal membaca shalawat seperti tersebut di atas, dan jemaah menjawabnya: "Allaahumma shalli wa sallim 'alaiih"
Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanan Shalat Tarawih Rakaat 15-16
9. Bacaan kesembilan sebelum Rakaat 17-18
Selesai salam pada rakaat yang ke 14, bilal bersama-sama para jemaah membaca: Subhaanal-malikil-qudduus, sampai akhir seperti tersebut di atas.
Sampai di sini boleh lanjut atau diselingi dengan bacaan doa lailatul qodar yaitu:
Lafal latin: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa' fu 'anni/(na)
Artinya: Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku.
Setelah itu bilal mengucapkan:
Lafal latin: Al-khaliifatuts-tsaalitsatu amiirul-mu'miniina sayyidunaa 'Utsmaanubnu 'Affaan.
Arti: Khalifah yang ketiga, amirul-mukminin penghulu kami Utsman bin Affan.
Dan jemaah menjawab:
Lafal latin: Radhiyallaahu 'anhu.
Arti: Semoga rida Allah atasnya.
Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanan Shalat Tarawih Rakaat 17-18.
10. Bacaan kesepuluh sebelum Rakaat 19-20
Selesai salam rakaat ke 18 baca kembali lafal ini :
Lafal latin: Fadhlam minallaahi wa ni'mataw wa maghfirataw wa rahmatal laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lahu lahul-mulku wa lahul-hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir.
Arti: Kami memohon kemurahan Allah dan nikmat-Nya dan ampunan serta rahmat-Nya, tidak ada tuhan melainkan Allah. Ia Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala puji, Zat yang menghidupkan dan mematikan, dan
Dia atas segala sesuatu Mahakuasa.
Kemudian bilal membaca shalawat seperti tersebut di atas, dan jemaah menjawabnya: Allaahumma shalli wa sallim 'alaiih
Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanan Shalat Tarawih Rakaat 19-20.
11. Bacaan sebelum shalat witir, sesudah sholat tarawih selesai
Selesai salam pada rakaat ke 20 kemudian bilal dan para jemaah membaca:
"Subhaanal-malikil-qudduus" sampai akhirnya, dan diteruskan dengan shalawat.
Setelah itu dilanjutkan dengan baca doa shalat tarawih atau doa kamilin:
Lafal latin: Allaahummaj'alnaa bil-iimaani kaamiliin. Wa li faraa'idhika mu'addiina wa 'alash- shalawaati muhaafizhiin. Wa liz-zakaati faa'iliin. Wa limaa 'indaka thaalibiin. Wa li 'afwika raajiin. Wa bil- hudaa mutamassikiin. Wa 'anil-laghwi mu'ridhiin. Wa fid-dun- yaa zaahidiin. Wa filaakhirati raaghibiin. Wa bil-qadhaa'i raadhiin. Wa bin-na'maa'i syaakiriin. Wa 'alal-balaayaa shaabiriin. Wa tahta liwaa'i sayyidinaa Muhammadin shallallaahu 'alaihi wa sallama yaumal-qiyaamati saa'iriin. Wa 'alal-haudhi waaridiin. Wa fil-jannati daakhiliin. Wa minannaari naajiin. Wa 'alaa sariiratil-karaamati qaa'idiin. Wa bihuurin 'iinin mutazawwijiin. Wa min sundusin wa istabraqin wa diibaajin mutalabbisiin. Wa min tha'aamil-jannati aakiliin. Wa min labanin wa 'asalin mushaffaini syaaribiin. Bi'akwaabin wa abaariiqa wa ka'sin min ma'iin. Ma'al-ladziina an'amta 'alaihim minan-nabiyyiina wash- shiddiiqiina wasysyuhadaa'i wash- shaalihiin. Wa hasuna ulaa'ika rafiiqaa. Dzaalikal-fadhlu minallaahi wa kafaa billaahi 'aliimaa Wal-hamdu lillaahi rabbil-'aalamiin.
Arti: Ya Allah, jadikanlah kami (orang-orang) yang beriman sempurna, dapat menunaikan segala fardhu, menjaga shalat, menunaikan zakat, menuntut/mencari segala kebaikan di sisi-Mu, mengharap keampunan-Mu, senantiasa memegang teguh petunjuk-petunjuk- Mu, terlepas/terhindar dari segala penyelewengan dan zuhud di dunia dan mencintai amal untuk bekal di akhirat dan rela terhadap ketentuan-Mu dan mensyukuri segala nikmat-Mu, tabah (sabar) menerima cobaan dan semoga nanti pada hari kiamat kami dalam satu barisan di bawah naungan panji-panji junjungan kami Nabi Muhammad saw. dan melalui telaga yang sejuk, masuk ke dalam surga, terhindar dari api neraka dan duduk di tahta kehormatan, didampingi oleh bidadari surga, dan mengenakan baju-baju ke- besaran dari sutera berwarna-warni, menikmati santapan surga yang lezat, minum susu dan madu yang suci bersih dalam gelas- gelas dan kendi-kendi yang tak kering-keringnya, bersama-sama dengan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat pada mereka dari golongan para nabi, siddiqin dan orang-orang yang syahid serta orang-orang shaleh. Dan baik sekali mereka menjadi teman-teman kami. Demikianlah kemurahan dari Allah swt. dan kecukupan dari Allah Yang Maha Mengetahui. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.
Lalu bilal membaca:
Lafal latin: Al-khaliifatur-raabi'atu amiirul-mu'miniina sayyidunaa 'Aliyyubnu Abii Thaalib.
Arti: Khalifah yang keempat amirul-mukminin penghulu kami Ali ibnu Abi Thalib."
Dan jemaah menjawab:
Lafal latin: Radhiyallaahu 'anhu.
Arti: Semoga rida Allah atasnya.
Dilanjutkan dengan ajakan sholat witir (Jika langsung 3 witir)
Lafal latin: Shalluu sunnatal-witri jaami'atan atsaabakumullaah.
Arti: Kerjakanlah shalat sunah witir secara berjamaah, mudah-mudahan Allah memberi pahala kepada kamu sekalian.
Jika pengerjaan witir dengan 2 salam maka:
Witir pertama: Shalluu sunnatal- minalwitri jaami'atan rokhimakumullaah.
Witir ke dua: Shalluu sunnatal- rok'atalwitri jaami'atan rokhimakumullaah.
Khusus untuk witir kedua, jika sudah masuk setengah bulan Ramadhan ditambah qunut:
Lafal latin: Shalluu sunnatal- rok'atalwitri ma'al qunuti jaami'atan rokhimakumullaah
Doa Sesudah Shalat Witir
Lafal latin: Allaahumma innaa nas'aluka iimaanan daa'iman. Wa nas'aluka qalban khaasyi'aw wa nas'aluka ilman naafi'an. Wa nas'aluka yaqiinan shaadiqan. Wa nas'aluka amalan shaalihan. Wa nas'aluka diinan qayyiman. Wa nas'aluka khairan katsiiran. Wa nas'alukal-'afwa wal-'aafiyah. Wa nas'aluka tamaamal- 'aafiyah. Wa nas'alukasy-syukra 'alal-'aafiyati wa nas'alukal- ghinaa'a 'anin-naas. Allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa wa shiyaamanaa wa qiyaamanaa wa takhasysyu'anaa wa tadharru'anaa wa ta'abbudanaa wa tammim taqshiiranaa yaa Allaah yaa Allaah yaa Allaah yaa arhamar-raahimiin. Wa shallallaahu 'alaa khairi khalqihi Muhammadiw wa 'alaa aalihii wa shahbihii ajma'iina walhamdu lillaahi rabbil-'aalamiin.
Arti: Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, ketetapan ke- yakinan yang benar, (dapat melaksanakan) amal yang shaleh, tetap dalam agama Islam, kebaikan yang melimpah-limpah, memperoleh ampunan dan kesehatan, kesehatan yang sempurna, mensyukuri atas kesehatan kami, dan kami mohon kepada-Mu kecukupan. Ya Allah, ya Tuhan kami, terimalah shalat kami, puasa kami, rukuk kami, khusyuk kami, ketundukan kami dan pengabdian kami, dan sempurnakanlah kealpaan kami (dalam menunaikan kewajiban), ya Allah, ya Allah, ya Allah, wahai Zat Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Semoga Allah memberi rahmat atas sebaik-baik makhluk-Nya yaitu Nabi Muhammad, keluarga, dan semua sahabatnya. Dan segala puji hanya milik Allah Tuhan seluruh alam.
(Tribunnews.com/Sri Juliati)
Baca tanpa iklan