TRIBUNNEWS.COM - Memasuki bulan suci Ramadan, umat Islam di seluruh dunia kembali menunaikan ibadah puasa.
Puasa merupakan rukun Islam yang ketiga.
Menurut bahasa, puasa berarti menahan.
Sedangkan menurut istilah puasa berarti menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari.
Dalam puasa, terdapat rukun yang harus dipenuhi agar ibadah tersebut sah.
Selain rukun, terdapat pula syarat wajib dan syarat sahnya puasa.
Memahami perbedaan di antara ketiganya sangat diperlukan agar puasa yang dijalankan tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sesuai tuntunan syariat.
Simak apa saja yang menjadi rukun puasa serta syarat wajib dan sahnya di bawah ini.
Baca juga: Mengapa Berbuka Puasa Harus dengan Makanan Manis? Ini Penjelasan Medisnya
Rukun Puasa
Mengutip Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III yang ditulis oleh Moh. Ghozali dan Erwin Wasti terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Cetakan Pertama tahun 2021, berikut ini hal yang menjadi rukun puasa:
1. Niat
Berpuasa harus diawali dengan niat.
Niat puasa Ramadan wajib dibaca pada malam hari sebelum fajar.
Niat itu dinyatakan dalam hati, namun sunnah-nya dilafazkan.
Berikut ini lafaz niat puasa:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa.
Artinya: Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.
Baca tanpa iklan