News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ramadan 2026

Kenyang Tahan Lama Selama Puasa? Ini Pola Makan yang Perlu Diterapkan

Penulis: Lanny Latifah
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PUASA RAMADHAN - Warga memilih takjil untuk berbuka puasa yag dijajakan di Pasar Takjil Ramadhan Bendungan Hilir, Jakarta, Kamis (19/2/2026). Rasa lapar saat puasa dipengaruhi bukan hanya oleh porsi makan, tetapi juga kualitas gizi, komposisi menu sahur, dan pola makan yang tepat. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Ringkasan Berita:

  • Rasa lapar saat puasa dipengaruhi bukan hanya oleh porsi makan, tetapi juga kualitas gizi, komposisi menu sahur, dan pola makan yang tepat.
  • Kombinasi protein, serat, dan karbohidrat kompleks membuat tubuh kenyang lebih lama dan menjaga energi sepanjang hari.
  • Sahur dan berbuka seimbang, makan perlahan, serta menghindari gula berlebihan atau gorengan, membantu tubuh tetap bertenaga dan mendukung kualitas ibadah.

TRIBUNNEWS.COM - Menjalani ibadah puasa tentu menuntut ketahanan tubuh dan energi yang cukup sepanjang hari.

Salah satu tantangan terbesar bagi banyak orang adalah merasa cepat lapar bahkan hanya selang beberapa jam setelah sahur.

Kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh porsi makan yang kurang, melainkan lebih dipengaruhi oleh kualitas asupan gizi dan pola makan yang belum tepat.

Pakar Gizi Masyarakat sekaligus dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Resa Ana Dina, menjelaskan bahwa rasa lapar saat puasa berkaitan erat dengan komposisi menu sahur.

"Rasa lapar bukan hanya ditentukan oleh seberapa banyak kita makan, tetapi lebih kepada apa yang kita makan dan bagaimana tubuh mengelola energi dari makanan tersebut," ujarnya, dikutip dari ipb.ac.id, Kamis (19/2/2026).

Resa menambahkan, konsumsi karbohidrat sederhana secara berlebihan, seperti nasi putih, roti manis, atau minuman tinggi gula, dapat menyebabkan kadar gula darah naik turun dengan cepat, sehingga memicu rasa lapar lebih awal.

Selain itu, kurangnya asupan protein dan serat, dehidrasi ringan, serta kualitas tidur yang buruk juga berperan meningkatkan hormon lapar dan menurunkan hormon kenyang, sehingga tubuh lebih cepat merasa lapar selama berpuasa.

Pola Makan agar Kenyang Lebih Lama Selama Puasa

Menurut Resa, terdapat tiga komponen gizi utama yang berperan penting agar tubuh kenyang lebih lama selama puasa, yaitu protein, serat, dan karbohidrat kompleks.

"Protein adalah zat gizi yang paling kuat menahan rasa lapar karena memperlambat pengosongan lambung. Sumbernya bisa dari telur, ikan, ayam, daging tanpa lemak, tahu, tempe, maupun susu," jelasnya.

Serat dari sayuran, buah, dan biji-bijian membantu menstabilkan gula darah, sementara karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, kentang, oatmeal, dan roti gandum dicerna lebih lambat sehingga energi dilepas secara bertahap. 

Baca juga: Catat, Ini Waktu Terbaik Minum Kopi saat Puasa Ramadan, Lengkap dengan Tipsnya

"Jika disederhanakan, kombinasi protein, serat, dan karbohidrat kompleks adalah kunci kenyang lebih lama," tambahnya.

Terkait menu sahur, Resa menekankan pentingnya menerapkan prinsip gizi seimbang ‘Isi Piringku’.

Dalam satu piring, setengah bagian diisi sayur dan buah, sementara setengah lainnya terdiri dari makanan pokok dan lauk pauk.

"Sahur ideal itu bukan ‘banyak’, tetapi lengkap dan seimbang," tegasnya.

Ia juga mengingatkan sejumlah kebiasaan yang sebaiknya dihindari, seperti minum teh atau kopi berlebihan saat sahur, konsumsi makanan sangat manis, serta melewatkan sahur.

Saat berbuka puasa, disarankan menghindari makan berlebihan sekaligus dan kebiasaan berbuka hanya dengan gorengan dan minuman manis.

Strategi makan bertahap lebih efektif, diawali dengan air putih dan buah atau kurma secukupnya, kemudian dilanjutkan dengan makanan utama yang seimbang.

Sementara saat sahur, makan perlahan dan penuh kesadaran membantu tubuh mengenali sinyal kenyang dengan lebih baik.

"Lapar ringan saat puasa itu normal. Yang perlu diwaspadai adalah jika tubuh terasa sangat lemas dan tidak bertenaga. Dengan pengaturan pola makan yang tepat, Ramadan dapat menjadi momentum memperbaiki gaya hidup, menjaga kesehatan, sekaligus meningkatkan kualitas ibadah secara berkelanjutan," pungkas Resa. 

Ia menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan juga latihan kecerdasan tubuh dan jiwa dalam mengelola makanan, minuman, dan gaya hidup sepanjang Ramadan.

Dengan mengatur konsumsi dengan bijak, kita tidak hanya merawat kesehatan, tetapi juga memuliakan ibadah.

(Tribunnews.com/Latifah)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini