News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ramadan 2026

Mutiara Ramadan, Keistimewaan Bulan Ramadan

Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

WAWANCARA KHUSUS - Wakil Ketua Umum MUI sekaligus Pendiri Pondok Pesantren Cendekia Amanah KH Muhammad Cholil Nafis berfoto usai wawancara dengan tim Tribun Network di kawasan Depok, Jawa Barat, Senin (16/2/2026). Mendirikan Pesantren Cendekia Amanah merupakan nasihat dari orang tua Kiai Cholil ketika akan merantau ke Jakarta. Tribunnews/Jeprima

Berapa balasannya? Tidak ada yang tahu. Allah memberikan balasan minimal sepuluh kali lipat, bisa tujuh ratus kali lipat, bahkan bisa lebih baik daripada seribu bulan, sebagaimana kemuliaan Lailatul Qadar.

Inilah makna berkah: bertambahnya kebaikan. Puasa menjadi ibadah yang sangat istimewa karena dilakukan secara rahasia. Ketika kita salat, orang lain melihat. Ketika zakat, orang lain tahu. Ketika haji, banyak orang terlibat. Tetapi puasa, tidak ada yang tahu kecuali Allah.

Seseorang yang tidak berpuasa karena haid, nifas, atau sakit siapa yang tahu? Begitu juga orang yang berpuasa siapa yang tahu? Kecuali ia sendiri dan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Inilah keistimewaan puasa: hubungan langsung antara hamba dan Sang Pencipta.

Lebih istimewa lagi, kita meninggalkan makanan dan minuman yang halal yang tersedia di rumah kita sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, semata-mata karena perintah Allah. Inilah bentuk ketundukan dan kedekatan kepada-Nya.

Selain pahala yang berlipat ganda, Ramadhan juga menghadirkan ampunan dosa. Ampunan adalah nikmat yang sangat berharga, karena setiap hari kita tidak lepas dari dosa apa yang kita lihat, dengar, ucapkan, bahkan dari aktivitas sederhana seperti bermedia sosial.

Ketika Allah mengampuni dosa-dosa kita, Allah juga memberkahi amal-amal kita. Umur kita terbatas rata-rata 60 hingga 70 tahun, namun dengan keberkahan Ramadhan, Allah melipatgandakan kebaikan sehingga kita bisa meraih pahala besar dalam waktu singkat.

Karena itu, mari kita manfaatkan Ramadhan sebaik-baiknya. Di dalamnya ada salat malam berjamaah yang tidak ada di bulan lain, yaitu salat tarawih. Ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar.

Perbanyaklah salat, perbanyaklah doa, dan perbanyaklah membaca Al-Quran. Jika kita ingin berbicara kepada Allah, maka berdoalah. Jika kita ingin Allah berbicara kepada kita, maka bacalah Al-Quran.

Para ulama terdahulu, seperti Imam Syafi’i, mengkhatamkan Al-Quran puluhan kali di bulan Ramadhan. Maka kita pun hendaknya memiliki target: berapa kali khatam, berapa banyak sedekah, dan seberapa besar peningkatan ibadah kita.

Ramadhan adalah kesempatan untuk meninggalkan hawa nafsu, mengasah spiritual, dan mendekatkan diri kepada Allah. Belum tentu kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan berikutnya, maka jangan sia-siakan kesempatan ini.

Isilah Ramadhan dengan ibadah, kurangi kesibukan duniawi yang tidak perlu, dan perbanyak mendekatkan diri kepada Allah, termasuk dengan i’tikaf menjauh dari keramaian untuk berdiam di rumah Allah.

Semoga Ramadhan ini menjadi momentum bagi kita untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, membersihkan jiwa dan raga, serta meraih ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini