News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ramadan 2026

Apakah Boleh Keramas saat Puasa di Siang Hari? Ini Penjelasannya

Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Artinya: "Bahwasanya Rasulullah SAW suatu ketika masih berada dalam keadaan junub di waktu subuh lantaran jima' (sebelum subuh), bukan karena ihtilam (mimpi basah), lalu beliau menjalankan puasa Ramadhan (di hari itu)."

Apakah Boleh Mandi Wajib Setelah Sahur?

Mandi wajib atau mandi junub juga tidak memengaruhi sahnya puasa. Bahkan jika mandi dilakukan setelah waktu subuh tiba, puasanya tetap sah.

Hal ini berdasarkan hadis riwayat Aisyah RA dan Ummu Salamah RA:

“Nabi Muhammad Saw pernah memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena berjima. Setelah masuk waktu subuh tiba, beliau mandi dan berpuasa.” (HR Bukhari dan Muslim).

Syaikh Wahbah Al-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu menjelaskan bahwa orang yang masih dalam keadaan junub saat subuh, lalu mandi setelah fajar, puasanya tetap sah.

Kesimpulan

  • Keramas atau mandi di siang hari saat puasa tidak membatalkan puasa.
  • Air yang masuk tanpa sengaja tidak membatalkan puasa.
  • Sengaja memasukkan air ke dalam tubuh dapat membatalkan puasa.
  • Mandi wajib setelah sahur tetap membuat puasa sah.

(Tribunnews.com/Widya)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini