TRIBUNNEWS.COM - Bulan Ramadan identik dengan salah satu ibadah yang diwajibkan bagi umat Islam, yaitu puasa.
Dalil yang menegaskan kewajiban berpuasa bagi umat Islam disebutkan di dalam Al Qur'an, tepatnya di surat Al Baqarah ayat 183.
'Yaa ayyuhalladzina 'amanu kutiba 'alaikumush-shiyaamu kamaa kutiba 'alalladziina min qablikum la'allakum tattaquun'.
Artinya, 'Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.'
Ayat tersebut tak hanya menjelaskan soal kewajiban berpuasa.
Melalui firman-Nya itu, Allah Subhanahu Wa Ta'ala menghendaki hambanya menjadi pribadi bertakwa.
Ibadah puasa tak semestinya dipandang sebagai sebuah beban atau sesuatu yang memberatkan untuk dijalani.
Sebaliknya, ibadah satu ini adalah sarana atau rahmat dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala bagi hamba-hambaNya.
Sebagaimana hal itu diterangkan Ustadz Rizky Narendra, Lc, pengajar mata pelajaran tafsir Al Qur'an di Pondok Pesantren Imam Bukhari, Selokaton, Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
"Puasa itu jalan tol yang Allah sediakan bagi hamba-hambaNya untuk menjadi orang bertakwa," terang Ustadz Rizky saat ditemui Tribunnews di lantai dua masjid Pondok Pesantren Imam Bukhari, Senin (23/2/2026).
"Yang diajak adalah orang beriman, diajak untuk puasa dengan target takwa."
"Artinya, tidak semua orang beriman itu bertakwa. Tidak hanya kita saat ini, kaum terdahulu juga tidak bertakwa melainkan melewati jalan ini," paparnya.
Allah tak hanya menargetkan hasil akhir bagi seorang hamba tanpa memberikan petunjuk.
Hal itu pula yang berlaku dalam ibadah puasa.
Baca tanpa iklan