TRIBUNNEWS.COM - Lailatul Qadar adalah malam yang sangat mulia dalam bulan Ramadan, di mana pahala ibadah dilipatgandakan dan doa-doa mustajab.
Rasulullah SAW bersabda bahwa malam ini "lebih baik dari seribu bulan." (HR. Bukhari dan Muslim).
Malam tersebut disebutkan dalam Al-Quran surat Al-Qadr ayat 3-5 :
"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS. Al-Qadr: 3-5)
Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah pada malam ini.
Amalan pada malam Lailatul Qadar
Berikut beberapa amalan yang dicontohkan Rasulullah SAW ketika Lailatul Qadar.
1. Ibadah pada 10 Hari Terakhir Ramadan
Semangat ibadah pada sepuluh hari terakhir Ramadan sangat dianjurkan.
Rasulullah SAW menghidupkan malam-malam tersebut dengan beribadah, membangunkan keluarganya, dan memperbanyak membaca Al-Qur’an serta berdzikir.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:
"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, beliau kencangkan sarungnya (bersungguh-sungguh dalam ibadah dengan meninggalkan istri-istrinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah." (HR. Bukhari, no. 2024 dan Muslim, no. 1174).
Baca juga: Kapan Malam Lailatul Qadar Tahun 2026? Ini Keutamaan, Makna, dan Tanda-tanda Kemunculannya
2. Menghadiri Shalat Isya dan Subuh Berjamaah
Menghidupkan malam Lailatul Qadar bisa dilakukan dengan menghadiri shalat berjamaah, khususnya shalat Isya dan Shubuh.
Imam Syafi’i dan ulama Madinah menjelaskan bahwa menghadiri kedua shalat tersebut termasuk bagian dari menghidupkan malam Lailatul Qadar.
Dikatakan oleh Imam Malik dalam Al-Muwatha’, Ibnul Musayyib menyatakan:
"Siapa yang menghadiri shalat berjamaah pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari menghidupkan malam Lailatul Qadar tersebut."
Baca tanpa iklan