TRIBUNNEWS.COM - Banyak umat Islam bertanya, bagaimana cara menggapai malam Nuzulul Qur’an atau Lailatul Qadar?
Untuk menjawabnya, kita perlu memahami terlebih dahulu makna Nuzulul Qur’an itu sendiri.
Nuzulul Qur’an berarti malam diturunkannya Al-Qur’an.
Dalam sejarahnya, proses turunnya Al-Qur’an terjadi dalam dua tahap.
Pertama, Al-Qur’an diturunkan secara keseluruhan ke Baitul Izzah di langit dunia.
Peristiwa ini dikenal sebagai Malam Lailatul Qadar.
Kedua, Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril.
Proses inilah yang dikenal sebagai Nuzulul Quran, di mana lafaz dan makna Al-Quran disampaikan bertahap.
Adapun peristiwa ini dijelaskan dalam QS. Al-Qadr 1-5: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.”
Malam Nuzulul Qur’an menjadi momentum istimewa karena pada malam inilah cahaya petunjuk bagi umat manusia mulai diturunkan.
Untuk meraih keberkahan malam Nuzulul Qur’an atau Lailatul Qadar, setidaknya ada empat amalan utama yang dapat dilakukan.
Baca juga: Arti dan Makna Malam Lailatul Qadar, Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Cara untuk Menggapai Malam Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar
1. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
Amalan pertama adalah memperbanyak membaca Al-Qur’an, terutama di bulan Ramadan.
Dalam hadis disebutkan bahwa setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an mengandung kebaikan, dan setiap satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat.
"Misalnya, di dalam bulan suci Ramadan ketika kita membaca huruf alif, huruf lam, dan huruf mim, tidak lantas alif lam mim ini digabungkan menjadi satu, tetapi Allah melipat gandakan pahalanya dari masing-masing huruf. Huruf alif mengandung satu kebaikan. Dari satu kebaikan itulah diberikan 10 kali lipat pahala oleh Allah Subhanahu wa taala," ujar Salman Faris, dikutip dari Program Tanya Ustadz di kanal YouTube Tribunnews, Selasa (3/3/2026).
Baca tanpa iklan