Ringkasan Berita:
- Puasa di bulan Ramadan bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih diri untuk mencapai ketakwaan sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 183.
- Puasa mengajarkan kesadaran bahwa Allah selalu dekat dan mengawasi setiap perbuatan manusia.
- Mengutip Ali bin Abi Thalib, takwa diwujudkan dengan takut kepada Allah, menjalankan perintah-Nya, mensyukuri nikmat-Nya, dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat.
TRIBUNNEWS.COM - Bulan Ramadan merupakan waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam.
Di bulan inilah umat Muslim menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Namun, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan juga menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan.
Dalam ceramahnya, Dr KH Ahmad Buchory, M.A, M.E.Sy menjelaskan bahwa puasa memiliki tujuan yang sangat mulia sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an.
Beliau mengutip firman Allah dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 183: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa."
Menurut beliau, ayat ini menunjukkan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa.
“Puasa itu bukan hanya menahan makan dan minum. Puasa adalah proses pembinaan agar kita menjadi hamba Allah yang bertakwa,” jelasnya dalam tayangan YouTube Tribunnews.com, program Mutiara Ramadan.
Kedekatan Hamba dengan Allah
Dalam rangkaian ayat tentang puasa di Surah Al-Baqarah, terdapat ayat yang sering dianggap tidak berkaitan langsung dengan puasa, yaitu ayat 186. Padahal, menurut beliau, ayat ini justru menjadi inti dari ibadah puasa.
Beliau menjelaskan, “Ketika kita berpuasa, kita menahan diri dari makan, minum, dan berbagai hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Walaupun tidak ada orang yang melihat, kita tetap melaksanakannya karena kita merasa diawasi oleh Allah.”
Baca juga: Doa Ramadan Hari Ke-18, Memohon Hidayah dan Berkah di Waktu Sahur
Ayat tersebut berbunyi bahwa ketika hamba bertanya tentang Allah, maka Allah sangat dekat dan mengabulkan doa hamba-Nya.
Kedekatan ini membuat seorang Muslim merasa selalu diawasi oleh Allah dalam setiap perbuatannya.
“Puasa melatih kita untuk merasa dekat dengan Allah. Kita sadar bahwa apa pun yang kita lakukan selalu dalam pengawasan-Nya,” ujar beliau.
Kebahagiaan Orang yang Berpuasa
Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan. Kebahagiaan pertama adalah ketika berbuka puasa.
Dr. KH Ahmad Buchory menggambarkan, “Ketika berbuka, kita merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Bukan karena makanannya mewah atau minumannya istimewa, tetapi karena kita baru saja menyelesaikan ibadah yang diperintahkan Allah.”
Seteguk air dan sepotong makanan terasa sangat nikmat setelah seharian menahan diri.
Hal ini menjadi bukti bahwa puasa adalah latihan spiritual yang menghadirkan kedekatan dengan Allah.
Makna Takwa Menurut Imam Ali
Dalam ceramah tersebut, beliau juga mengutip penjelasan dari Ali bin Abi Thalib tentang makna takwa.
Menurut Imam Ali, takwa memiliki beberapa unsur penting.
Pertama adalah rasa takut kepada Allah. Namun, rasa takut ini bukan membuat seseorang menjauh dari Allah, melainkan semakin mendekat.
“Takut kepada Allah bukan berarti kita lari dari-Nya, tetapi justru mendekat kepada-Nya, memohon dan berharap rahmat-Nya,” jelas beliau.
Kedua, menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, kemudian yang ketiga, mensyukuri segala nikmat yang diberikan Allah, baik sedikit maupun banyak.
Keempat, mempersiapkan diri untuk menghadapi hari akhir karena seorang Muslim harus selalu sadar bahwa kehidupan dunia hanya sementara, sedangkan kehidupan akhirat adalah tujuan yang sebenarnya.
Ramadan sebagai Momentum Hijrah
Bulan Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki diri dan melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Puasa melatih seseorang untuk taat kepada Allah meskipun tidak ada manusia yang melihat.
Dr. KH Ahmad Buchory menegaskan, “Walaupun tidak ada yang menyaksikan, orang yang berpuasa tidak akan makan atau minum secara sembunyi-sembunyi. Itulah bukti ketakwaan kepada Allah.”
Ramadan juga mengajarkan umat Islam untuk merasakan penderitaan orang yang kekurangan.
Dengan menahan lapar dan haus, seseorang bisa lebih memahami keadaan mereka yang kurang beruntung.
Menjadi Pribadi yang Lebih Baik
Pada akhirnya, tujuan dari seluruh ibadah di bulan Ramadan adalah membentuk pribadi yang lebih baik.
Ketika seseorang merasakan ketenangan dan kedekatan dengan Allah, maka hidupnya akan dipenuhi dengan kedamaian.
Beliau menutup ceramahnya dengan harapan agar Ramadan menjadi momentum perubahan bagi setiap Muslim.
“Kita berharap Ramadan ini benar-benar menjadikan kita hamba Allah yang bertakwa, semakin yakin kepada Allah, dan semakin taat kepada perintah-Nya,” ujarnya.
Beliau berharap semoga bulan Ramadan menjadi kesempatan bagi semua Muslim untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan di akhirat.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan