TRIBUNNEWS.COM - Bulan Ramadan merupakan waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam.
Selama bulan suci ini, umat Muslim tidak hanya menjalankan ibadah puasa.
Tetapi juga dianjurkan untuk memperbanyak berbagai amalan seperti salat sunnah, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memperbanyak doa.
Salah satu ibadah yang juga dianjurkan untuk dilakukan pada bulan Ramadan adalah iktikaf.
Iktikaf merupakan ibadah dengan cara berdiam diri di dalam masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ibadah ini biasanya dilakukan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, karena pada waktu tersebut terdapat malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar.
Oleh karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan waktu tersebut untuk lebih fokus beribadah di masjid.
Secara hukum, iktikaf termasuk ibadah sunnah yang sangat dianjurkan.
Rasulullah SAW mencontohkan pelaksanaannya dengan berdiam di masjid pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Selama beriktikaf, seorang Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, serta melakukan berbagai aktivitas yang bernilai ibadah.
Namun, muncul pertanyaan yang sering disampaikan oleh banyak orang, apakah iktikaf harus dilakukan selama 24 jam penuh di masjid?
Baca juga: Hal-hal yang Bisa Dilakukan saat Iktikaf, Lengkap dengan Pengertian dan Syarat Beriktikaf
Apakah Iktikaf Harus 24 Jam di Masjid?
Dalam tayangan Tanya Ustaz di kanal YouTube Tribunnews, Ustaz Wahid Ahmadi menjelaskan bahwa pada dasarnya iktikaf adalah ibadah dengan cara tinggal atau menetap di masjid untuk beribadah.
Rasulullah SAW memberikan contoh pelaksanaan iktikaf yang paling sempurna, yaitu dengan berdiam di masjid selama sepuluh hari terakhir Ramadan.
Pada masa tersebut, beliau tidak meninggalkan masjid kecuali untuk keperluan yang benar-benar penting.
Bahkan dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW tetap berada di masjid hingga menjelang pelaksanaan sholat Idul Fitri.
Baca tanpa iklan