News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bacaan Doa

Doa Malam Lailatul Qadar, Malam Mulia yang Penuh Ampunan Allah SWT

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DOA LAILATUL QADAR - Gambar didesain Tribunnews di BeFunky dan Paint, Minggu (8/3/2026). Pada 10 malam terakhir Ramadan, muslim dianjurkan memperbanyak doa untuk mendapatkan Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih naik dari seribu bulan.

Ringkasan Berita:

  • Malam lailatul qadar adalah malam mulia di bulan Ramadan yang lebih baik daripada seribu bulan.
  • Waktu datangnya malam lailatul qadar hanya diketahui oleh Allah SWT, namun Rasulullah SAW memberi petunjuk kepada muslim untuk semakin meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
  • Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh ampunan, maka muslim sangat dianjurkan untuk memohon ampunan Allah SWT.

TRIBUNNEWS.COM - Malam lailatul qadar adalah malam kemuliaan yang dinantikan oleh muslim pada bulan Ramadan.

Malam lailatul qadar jatuh di antara sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, namun waktu pastinya hanya Allah SWT yang mengetahui.

Misteri tentang kapan datangnya malam lailatul qadar ini dirahasiakan agar muslim tetap konsisten dan bahkan termotivasi untuk meningkatkan ibadahnya menjelang berakhirnya bulan Ramadan.

Dalam Al-Quran Surat Al-Qadr ayat 1-3 dijelaskan tentang kebenaran adanya malam lailatul qadar.

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 1-3)

Pada bulan Ramadan, muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, dan memohon ampunan Allah SWT, yang dapat ditingkatkan menjelang berakhirnya bulan suci tersebut dengan harapan mendapat lailatul qadar.

Pada malam lailatul qadar, Allah SWT mengabulkan doa-doa hamba-Nya dan mengampuni dosa-dosa mereka.

Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari)

Kementerian Agama Kepulauan Riau membagikan doa yang dapat dibaca pada sepuluh malam terakhir Ramadan dengan harapan mendapatkan malam lailatul qadar.

Baca juga: Doa Ramadan Hari Ke-18, Memohon Hidayah dan Berkah di Waktu Sahur

Doa Malam Lailatul Qadar

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Doa tersebut tercantum dalam sebuah hadis sebagai berikut:

Dari Aisyah, beliau berkata, "Wahai Rasulullah, apabila saya menjumpai malam Lailatul Qadar, bagaimana saya harus berdoa?" Rasulullah SAW menjawab, "Katakanlah Allahumma Innaka Affuwun Tuhibbul 'Afwa Fa'fu 'Anni (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Engkau mencintai seorang pemaaf, maka ampunilah aku)." (HR Ahmad).

Dalil Tentang Lailatul Qadar

Kementerian Agama menjelaskan bahwa dalil tentang Lailatul Qadar dijelaskan secara jelas dalam Al-Qur’an, terutama dalam Al-Qur'an melalui Surah Al-Qadr ayat 1–5. 

Dalam ayat tersebut Allah SWT menerangkan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang memiliki kemuliaan luar biasa dan nilainya lebih baik daripada seribu bulan.

Pada malam itu para malaikat, termasuk Malaikat Jibril, turun ke bumi dengan izin Allah untuk mengatur berbagai urusan dan membawa kedamaian hingga terbit fajar. 

(1) إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (2) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (3) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (4) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (5) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya: "(1) Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. (2) Dan tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? (3) Malam Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. (4) Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. (5) Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar." (QS. Al-Qadr: 1–5)

Selain dalam Surah Al-Qadr, peristiwa turunnya Al-Qur’an juga disebutkan dalam Surah Ad-Dukhan ayat 3 yang menyebut malam turunnya Al-Qur’an sebagai lailatin mubarakatin, yaitu malam yang penuh berkah.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

Artinya: "Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi, dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan." (QS. Ad-Dukhan: 3)

Kedua ayat ini, Surah Al-Qadr ayat 1–5 dan Ad-Dukhan ayat 3, sama-sama menjelaskan turunnya Al-Qur’an pada malam yang istimewa, meskipun menggunakan istilah yang berbeda.

Para ulama kemudian memahami bahwa malam yang penuh berkah tersebut merujuk pada Lailatul Qadar, yaitu malam yang memiliki keutamaan besar bagi umat Islam.

Karena waktu pasti Lailatul Qadar tidak disebutkan secara jelas, para ulama hanya memberikan perkiraan berdasarkan penafsiran.

Misalnya ada pendapat yang menyebut malam ke-27 Ramadan sebagai kemungkinan terjadinya Lailatul Qadar. 

Namun demikian, Islam tidak menganjurkan umatnya hanya beribadah pada satu malam tertentu saja.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan agar tidak melewatkan malam yang penuh kemuliaan tersebut.

Amalan Malam Lailatul Qadar

Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah pada bulan Ramadan.

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama menjelaskan amalan yang dapat dilakukan pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.

1. Sholat Berjamaah

Amalan pertama yang dapat dilakukan adalah menghidupkan qiyamul lail dengan shalat isya, tarawih, dan witir serta shalat subuh berjamaah.

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa menghidupkan malam Lailatul Qadar (dengan beribadah) karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari)

2. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an

Ramadan merupakan bulan ketika Allah SWT menurunkan Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira.

Bulan suci ini juga mendatangkan keberkahan dan pahala yang berlimpah bagi muslim yang memperbanyak membaca Al-Quran.

Dari Abdullah bin Abbas berkata, “Nabi adalah orang yang paling dermawan, dan beliau bertambah kedermawanannya di bulan Ramadan ketika bertemu dengan malaikat Jibril, dan Jibril menemui beliau di setiap malam bulan Ramadan untuk mudarosah (mempelajari) Al-Qur'an.” (HR. Bukhari)

3. Memperbanyak Doa dan Istigfar kepada Allah

Dalam upaya mendapatkan malam lailatul qadar, muslim dapat meningkatkan membaca dzikir dan memohon ampun kepada Allah SWT karena Ramadan adalah bulan penuh ampunan.

Dari Aisyah, "Aku berkata, ’Ya Rasulullah! Apa pendapatmu bila aku menjumpai Lailatul Qadar. Apa yang aku ucapkan di dalamnya? Beliau menjawab, ‘Ucapkanlah doa, ‘Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun. Engkau menyukai pengampunan. Maka ampunilah aku." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

4. Melaksanakan Iktikaf

Ibadah yang bisa dilakukan pada sepuluh malam terakhir Ramadan adalah Iktikaf atau berdiam diri masjid untuk beribadah kepada Allah SWT.

Dari Aisyah, “Nabi ketika masuk sepuluh terakhir bulan Ramadan, mengencangkan kain bawahnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini