Sesungguhnya zakat itu bukan hanya untuk membebaskan kemiskinan tetapi yang paling penting membersihkan jiwa kita yang selama ini kotor, meluruskan jalan pikiran kita yang selama ini bengkok, melunakkan jiwa kita yang selama ini keras, meneguhkan langkah kita yang selama tidak tegar, dan memotifasi kita untuk lebih mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.
Zakat tidak dirancang untuk menjadi sokoguru perekonomian dan selanjutnya membebaskan masyarakat dari kemiskinan. Apa arti 2,5 persen dari total pendapatan kita.
Alangkah miskin dan pelitnya kita kalau pengeluaran kita kepada agama kita hanya berupa
zakat.
Itulah sebabnya di samping zakat juga dikenal ada pranata lain seperti shadaqah,
jariyah, infaq, waqaf, hadiyah, hibah, ’usyr, khumus, qurban, walimah, luqathah, dan bentuk-
bentuk transaksi lain yang dibenarkan di dalam syari’ah Islam. Kalukita tidak bisa melakukan
itu semua, minimal zakat harta dan penghasilan kita yang kita perbaiki.
Baca tanpa iklan