News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ramadan 2026

Tata Cara Itikaf agar Ibadah Tetap Khusyuk di Masjid

Penulis: Lanny Latifah
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ITIKAF - Umat Islam melaksanakan salat sunat malam hari (qiamulail) saat mengikuti itikaf di Masjid Habiburrahman PT Dirgantara Indonesia (PT DI), Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (21/3/2025). Pelaksanaan itikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan 1446 H di Masjid Habiburrahman diikuti sekitar 1.500 jemaah yang datang dari berbagai daerah di Jawa Barat dan Jakarta. Kebanyakan dari mereka datang bersama keluarga dan memilih mendirikan tenda di pelataran dan lantai dua masjid yang jumlahnya mencapai lebih dari 500 tenda. Selama itikaf para jemaah melaksanakan salat tarawih berjamaah dengan surat 1 juz Alquran setiap malam, qiamulail dengan surat 2 hingga 3 juz Alquran setiap malam, ceramah setelah salat isya, dan kajian kitab Riyadush Sholihin setelah salat subuh. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

 

TRIBUNNEWS.COM - Itikaf merupakan salah satu amalan ibadah yang dianjurkan dalam Islam, terutama pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.

Ibadah ini dilakukan dengan cara berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperbanyak ibadah seperti salat, zikir, membaca Al-Qur’an, dan doa.

Seperti ibadah lainnya dalam Islam, itikaf harus dilakukan dengan niat karena Allah SWT.

Niat sebenarnya cukup di dalam hati, namun sebagian ulama juga mengajarkan lafaz niat sebagai berikut:

"Nawaitul i'tikafa fi hadzal masjidi sunnatan lillahi ta'ala."

Artinya: "Aku berniat itikaf di masjid ini sebagai ibadah sunnah karena Allah Ta'ala."

Pengertian Itikaf

Secara bahasa, itikaf berasal dari kata ‘akafa yang berarti berdiam diri atau menetap di suatu tempat.

Dalam istilah syariat Islam, itikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT dalam waktu tertentu.

Ibadah ini dilakukan dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah dan memfokuskan hati hanya kepada-Nya.

Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat menjaga amalan itikaf.

Baca juga: Jadwal Itikaf Masjid Istiqlal 2026, Gratis untuk Umum dan Tanpa Registrasi

Dalam sebuah hadits disebutkan: "Rasulullah SAW selalu beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits tersebut menunjukkan bahwa itikaf merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan karena pada waktu tersebut terdapat malam Lailatul Qadar.

Melansir laman Baznas, pada dasarnya, itikaf dapat dilakukan kapan saja selama seseorang berada di masjid dengan niat ibadah. Namun waktu yang paling utama adalah pada sepuluh hari terakhir Ramadan.

Sebagian ulama menjelaskan bahwa itikaf biasanya dimulai sebelum matahari terbenam pada malam ke-21 Ramadan hingga akhir Ramadan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini