News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ramadan 2026

Fadhilah Puasa Hari ke-21 Ramadhan 1447 H/ 2026 M, Ini Pahala Keutamaannya

Penulis: Muhammad Alvian Fakka
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

FADHILAH PUASA RAMADHAN - Santri membaca Al Quran saat tadarus massal di Pondok Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah, Medan. Fadhilah Puasa hari ke-21 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT meluaskan kuburannya seribu farsakh dan memberi rumah dari cahaya di syurga.

Allah memberi rumah dari cahaya di syurga.

Orang yang menunaikan puasa hari ke-21 Ramadhan 1447 H diberi wajah seperti Yusuf bin Ya'qub (as). 

Menurut Dr. Ari Anshori, M.Ag., dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam taushiyahnya menjelaskan tentang keutamaan puasa di bulan Ramadhan 1447 H.

Dalam riwayat dikatakan:

قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي

Artinya: Allah berfirman: Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku. (HR. Bukhari)

Dalam riwayat Ahmad dikatakan:

قَالَ اللَّهُ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ، إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

Artinya: “Allah ‘azza wa jalla berfirman : ‘Setiap amalan adalah sebagai kafarah/tebusan. Kecuali amalan puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Ahmad)

“Puasa mengajarkan kita untuk lebih peka terhadap kondisi orang lain, yang mungkin sedang kesulitan atau membutuhkan bantuan,” ujarnya dikutip dari UMS, Rabu (11/3/2026).

"Ini adalah salah satu cara untuk membangun kebersamaan dalam kehidupan sosial, sekaligus melatih untuk lebih peduli terhadap sesama," tambahnya.

Bacaan Doa Hari ke-21 Ramadhan 1447 H

اللَّهُمَّ اجْعَلْ لِي فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ دَلِيْلاً وَلَا تَجْعَلْ لِلشَّيْطَانِ فِيهِ عَلَيَّ سَبِيلاً وَ اجْعَلِ الْجَنَّةَ لِي مَنزِلاً وَ مَقِيلاً يَا قَاضِيَ حَوَائِجِ الطَّالِبينَ

Latin:

Allâhummaj 'al li fihi ilā mardhātika dalilan wa là taj'al lisysyaithâni fihi 'alayya sabîlan waj'alil jannata li manzilan wa maqilan yâ qâdhiya hawaijil thalibin

Artinya: "Ya Allah, tuntunlah aku di bulan yang mulia ini untuk mendapat keridhaan-Mu, Dan janganlah adakan celah bagi syetan untuk menggodaku. Jadikan surga sebagai tempat tinggal dan bernaungku. Wahai yang memenuhi hajat orang-orang yang meminta."

Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang sangat populer dan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca terutama pada malam-malam istimewa di bulan Ramadan, termasuk ketika seorang Muslim memperbanyak ibadah sejak malam pertama:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Latin:

Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Doa ini menunjukkan inti dari Ramadan itu sendiri, yaitu permohonan ampun. Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan penyucian diri.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini