TRIBUNNEWS.COM - Tepat pada hari Kamis, 12 Maret 2026, umat Muslim di Indonesia telah menapaki hari ke-22 puasa Ramadhan 1447 Hijriah.
Puasa hari ke-22 Ramadhan 1447 H menjadi penanda penting bahwa kita telah resmi berada di fase sepuluh hari terakhir, sebuah periode krusial yang menuntut kesungguhan lebih untuk meraih puncak kemuliaan di bulan suci ini.
Berada di penghujung bulan suci merupakan momentum emas bagi setiap Muslim untuk menilik kembali kualitas spiritualitasnya.
Sejauh mana konsistensi kita dalam menjaga kualitas puasa, kesempurnaan sholat, kekhusyukan tilawah Al-Qur’an, hingga kebermanfaatan amal sosial yang telah dilakukan.
Refleksi diri ini bukan untuk memupuk rasa kecewa, melainkan untuk mengoptimalkan sisa waktu yang ada agar hubungan spiritual dengan Allah SWT semakin kokoh dan bermakna.
Ramadhan adalah madrasah ruhani untuk meningkatkan ketakwaan.
Di bulan ini, Allah SWT menjanjikan terbukanya pintu rahmat serta ampunan yang seluas-luasnya bagi hamba yang berupaya sungguh-sungguh.
Setiap amal kebajikan, sekecil apa pun, dijanjikan pahala yang berlipat ganda sebagai bentuk kasih sayang Sang Pencipta.
Oleh karena itu, memasuki puasa hari ke-22 Ramadhan 1447 H ini, menjaga kemurnian niat, adab dalam beribadah, dan kesungguhan dalam beramal menjadi kunci utama agar kita tidak kehilangan momentum berharga di akhir Ramadhan tahun ini.
Memahami keutamaan atau fadhilah di fase akhir ini dapat menjadi motor penggerak agar semangat ibadah tidak mengendur di tengah kelelahan fisik.
Seluruh rangkaian latihan spiritual ini bertujuan akhir pada satu titik, yakni meraih derajat takwa.
Besarnya nilai pengampunan di bulan ini pun ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW:
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca juga: Ramadan 2026, Mal di Bogor Gelar Buka Puasa dan Belajar Bahasa Inggris dengan Anak Yatim Piatu
Hadis sahih tersebut menjadi pengingat yang sangat kuat bahwa puasa yang dijalankan dengan fondasi iman yang teguh serta keikhlasan mengharap rida Allah akan menjadi penghapus bagi noda-noda dosa di masa lalu.
Mari gunakan hari-hari terakhir ini dengan penuh kesadaran dan energi positif, agar kita dapat mengakhiri perjalanan Ramadhan 1447 H ini sebagai pribadi yang lebih bersih, bertaqwa, dan dicintai oleh Allah SWT.
Fadhilah Puasa Hari ke-22 Ramadhan 1447 H dan Pahalanya
Merujuk Kitab "Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah", tentang keutamaan bulan Ramadhan yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi.
Keutamaan Puasa hari ke-22 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT akan mengutus kepada kalian malaikat maut seperti pada para Nabi Muhammad SAW.
Baca tanpa iklan