Ringkasan Berita:
- Fadhilah Puasa hari ke-23 Ramadhan 1447 H adalah kalian akan melintasi shirathal mustaqim bersama para Nabi, shiddiqin dan syuhada'.
- Allah SWT memberikan pahala seperti memberi makanan kepada setiap anak yatim dari ummatku dan seperti memberi pakaian kepada setiap yang telanjang dari ummatku.
- Orang yang menunaikan puasa hari ke-23 Ramadhan 1447 H Allah membangunkan sebuah kota di surga.
TRIBUNNEWS.COM - Hari ini Jumat, 13 Maret 2026, masyarakat muslim di Indonesia sudah memasuki hari ke-23 puasa Ramadhan 1447 Hijriah.
Puasa hari ke-23 Ramadhan 1447 H artinya hari ini termasuk fase 10 hari terakhir bulan suci tahun ini.
10 hari terakhir Ramadhan adalah momen mulia umat Islam yang memiliki pahala yang berlipat ganda.
Maka penting bagi umat Islam untuk melakukan refleksi diri untuk memupuk rasa kecewa, melainkan untuk mengoptimalkan sisa waktu yang ada agar hubungan spiritual dengan Allah SWT semakin kokoh dan bermakna.
Sejauh mana konsistensi kita dalam menjaga kualitas puasa, kesempurnaan sholat, kekhusyukan tilawah Al-Qur’an, hingga kebermanfaatan amal sosial yang telah dilakukan.
Pada bulan ini, Allah SWT menjanjikan terbukanya pintu rahmat serta ampunan yang seluas-luasnya bagi hamba yang berupaya sungguh-sungguh.
Setiap amal kebajikan, sekecil apa pun, dijanjikan pahala yang berlipat ganda sebagai bentuk kasih sayang Sang Pencipta.
Oleh karena itu, memasuki puasa hari ke-23 Ramadhan 1447 H ini, menjaga kemurnian niat, adab dalam beribadah, dan kesungguhan dalam beramal menjadi kunci utama agar kita tidak kehilangan momentum berharga di akhir Ramadhan tahun ini.
Memahami keutamaan atau fadhilah di fase akhir ini dapat menjadi motor penggerak agar semangat ibadah tidak mengendur di tengah kelelahan fisik.
Besarnya nilai pengampunan di bulan ini pun ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW:
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca juga: Fadhilah Sholat Tarawih Malam Ke-25 Ramadhan 1447 H, Disebut Terhindar dari Siksa Kubur
Hadis sahih tersebut menjadi pengingat yang sangat kuat bahwa puasa yang dijalankan dengan fondasi iman yang teguh serta keikhlasan mengharap rida Allah akan menjadi penghapus bagi noda-noda dosa di masa lalu.
Mari gunakan hari-hari terakhir ini dengan penuh kesadaran dan energi positif, agar kita dapat mengakhiri perjalanan Ramadhan 1447 H ini sebagai pribadi yang lebih bersih, bertaqwa, dan dicintai oleh Allah SWT.
Fadhilah Puasa hari ke-23 Ramadhan 1447 H dan Pahalanya
Berdasarkan Kitab "Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah", tentang keutamaan bulan Ramadhan yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi.
Keutamaan Puasa hari ke-23 Ramadhan 1447 H adalah kalian akan melintasi shirathal mustaqim bersama para Nabi, shiddiqin dan syuhada'.
Allah SWT memberikan pahala seperti memberi makanan kepada setiap anak yatim dari ummatku dan seperti memberi pakaian kepada setiap yang telanjang dari ummatku.
Orang yang menunaikan puasa hari ke-23 Ramadhan 1447 H Allah membangunkan sebuah kota di surga.
Menurut Dr. Ari Anshori, M.Ag., dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam taushiyahnya menjelaskan tentang keutamaan puasa di bulan Ramadhan 1447 H.
Bacaan Doa hari ke-23 Ramadhan 1447 H
اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي فِيْهِ مِنَ الذُّنُوبِ وَ طَهَرْنِي فِيْهِ مِنَ الْعُيُوبِ وَامْتَحِنُ قَلْبِي فِيهِ بِتَقْوَى الْقُلُوْبِ يَا مُقِيلَ عَثَرَاتِ الْمُذْنِبِينَ
Latin:
Allâhummaghsilni fihi minadzdzunûbi wa thahhirnî fihi minal 'uyûbi wamtahin qalbî bitaqwal qulûbi yâ muqila 'atsarâtil mudznibīna
Artinya: "Ya Allah, sucikanlah aku dari dosa-dosa dan bersihkanlah diriku dari segala aib/kejelekan. Tanamkanlah ketakwaan di dalam hatiku. Wahai Penghapus kesalahan orang-orang yang berdosa."
Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang sangat populer dan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca terutama pada malam-malam istimewa di bulan Ramadan, termasuk ketika seorang Muslim memperbanyak ibadah sejak malam pertama:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin:
Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini menunjukkan inti dari Ramadan itu sendiri, yaitu permohonan ampun. Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan penyucian diri.
Keutamaan doa selama Ramadan tidak terbatas pada malam pertama saja. Hadits Nabi SAW sendiri menekankan pentingnya doa dan ibadah sepanjang bulan.
Berdoa dengan penuh keyakinan dan harapan kepada Allah akan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Allah Maha Pendengar bagi hamba yang memohon dengan hati yang tulus.
Sebagaimana hadits menyatakan bahwa siapa pun yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan keyakinan akan pahala dari Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni.
Hadits ini menunjukkan bahwa Ramadan adalah waktu tepat untuk memohon ampunan, memperbaiki diri, dan menata kembali kehidupan spiritual.
Rasulullah SAW juga menganjurkan memperbanyak doa sepanjang Ramadan.
Dalam hadis sahih disebutkan bahwa siapa yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Hadis ini menegaskan bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk bermunajat dan memperbanyak istigfar.
Bacaan Niat Puasa Ramadhan 1447 H
Dalam buku Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah terbitan Pustaka Muslim, disebutkan sebenarnya tidak ada tuntutan untuk melafalkan niat puasa.
Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, "Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama".
Namun, beberapa kalangan percaya niat puasa harus dilafalkan.
Berikut bacaan niat puasa Ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat berpuasa besok pagi untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala."
(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)
Baca tanpa iklan