Laporan Wartawan Banjarmasin Post, Faturahman/Tri/berbagai sumber)
TRIBUNNEWS.COM, PALANGKARAYA - Penjualan hewan kalong atau
kelelawar, Sabtu (17/09/2010) makin marak terlihat di pinggiran Jalan
Wilem AS Palangkaraya, Kalteng.
Kalong yang ditangkap dari hutan
kawasan pinggiran Kota Palangkaraya ini, banyak dibeli warga karena
dinilai bisa menyembuhkan penyakit.
"Saya beli karena orangtua
kena asma, kalong bisa dijadikan obat asma asal dagingnya dimakan
secara rutin," kata Anggai, warga setempat.
Seperti diketahui,
kelelawar memang mempunyai banyak sebutan. Orang-orang di kawasan timur
Indonesia menyebutnya paniki, niki atau lawa. Orang Sunda menyebutnya
lalay, kalong atau kampret. Orang Jawa Tengah menyebutnya lowo, codot,
lawa, atau kampret.
Sedangkan suku Dayak malah menyebutnya sebagai hawa, prok, cecadu, kusing atau
tayo. Namun memang ada sebagian masyarakat yang membedakan antara kelelawar, codot dan kalong.
Keluarga
kelelawar yang disebut codot, binatang yang suka menggerogoti bebuahan
masak ini lebih sering dikenal sebagai hewan malam. Namun di daerah
tertentu daging codot juga digemari sebagai menu makanan yang istimewa.
Seperti
di Pacitan dan Kalteng, banyak orang percaya kalau kelelawar jenis
Musuk bisa menyembuhkan penyakit yang disebabkan penyempitan saluran
pernapasan tersebut (asma). Sebenarnya daging kelelawar rasanya tidak
begitu enak. Rasanya langu dan anyir. Ini mungkin karena makanannya
hanya serangga. Kelelawar ini biasanya tinggal di rumah-rumah atau
pohon pisang walaupun tentu saja juga di pohon lainnya.
Sebelum
diolah daging codot/kelelawar/kalong terlebih dahulu dipisahkan antara
badan dan kedua sayapnya. Sedangka untuk menghilangkan bulu–bulu
lembutnya, daging binatang ini dibakar.
Sementara untuk
mematangkan dagingnya secara alami, dagingnya dibakar dengan bakaran
arang hitam. Selanjutnya daging codot, dicuci dan direbus selama 30
menit dengan arang. Namun sebelum masuk wajan penggorengan daging
dicampur dengan bumbu masakan seperti ketumbar, merica, bawang putih
serta garam dapur. Dan daging codot pun siap digoreng selama 10 menit
hingga bumbu meresap sampai ke tulang dan benar–benar matang.
Masalah
penggunaan daging kelelawar sebagai obat ternyata bisa dianggap benar
berdasarkan beberapa penelitian. Salah satunya adalah penelitian MJ
Naya yang pernah terbit dalam sebuah jurnal kesehatan terbitan
pemerintah Spanyol.
Wow! Daging Kalong untuk Penyakit Asma
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan