Laporan Wartawan Tribunnews, Domu Damian Ambarita
TRIBUNNEWS.COM, MENTAWAI -- Ratusan kepala keluarga korban tsunami di Mentawai, kini tinggal di tempat-tempat pengungsian, dengan hunian darurat. Di sekelilingnya, tanah becek atau berlumpur. Mereka ini membutuhkan bantuan alat pertukangan untuk membuatkan hunian.
"Dari penuturan warga yang kami temui, dan dan atas pengamatan kami terhadap kondisi real lapangan, korban tsunami mendesak membutuhkan antara lain, alat pertukangan seperti kampak, pahat, ketam, dan paku," ujar dokter Irine Setiadi, relawan dari Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan kepada Tribunnnews.
Alat pertukangan ini akan digunakan untuk membangun rumah tempat tinggal sederhana untuk sementara waktu sebelum mereka mendapatkan rumah yang dijanjikan pemerintah atau mendapatkan bantuan dari lembaga donor.
Dibutuhkan juga kemudian tong besar untuk penampungan air bersih, kemudian generatorlistik, tenda besar berukuran 8X6 atau 10X10 untuk tempat ibadah sementara. Kebutuhan lain yang amat mendesak adalah sanitasi/mandi cuci kakus (MCK). Sedangkan sembako masih cukup sampai bulan Desember.
Menurut Irene, untuk menyalurkan bantuan, harus dipersiapakan dengan baik. Menurut pengalaman, kata dia, dari Masokut ke Bosua seterusnya ke Pulau Sikakap harus siap menghadapai badai gelombang di tengah laut. Seperti ketika perjalanan ada badai dan gelombang selat antara Pagai Utara dan Sipora.
"Memang benar, dalam perjalanan pulang menuju Sikakap, sepanjang selat kami harus menghadapi badai dan gelombang yang cukup besar," kata dia menceritakan peristiwa 4 Desember silam.
Bantuan dari beberapa lembaga sudah cukup membantu mereka. Kendati demikian, kebutuhan domestik seperti alat masak, lampu teplok, peralatan pertanian dan pertukangan masih sangat mereka butuhkan.
Selain itu alat-alat kerja kebun dibutuhkan agar mereka bisa segera mengolah kebunnya lagi dan setelah sekian bulan mendatang semoga mereka bisa mempunyai hasil kebun untuk dimakan maupun sebagai sumber mata pencaharian mereka. (*)
Pengungsi Mentawai Butuh Alat Pertukangan
Editor: Tjatur Wisanggeni
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan