News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Cuaca Ekstrem Dominasi Bencana Nasional, 1.313 Warga Flores Timur Masih Terdampak Gempa

Penulis: Facundo Chrysnha Pradipha
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TIDUR DI LUAR - Sejumlah warga terdampak gempa Flores Timur memilih tidur di luar, sementara di beberapa daerah tenda tenda pengungsian didirikan oleh BPBD Kabupaten Flores Timur, pada Kamis (9/4/2026).

TRIBUNNEWS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan cuaca ekstrem masih mendominasi kejadian bencana di berbagai daerah dalam pemantauan 10-11 April 2026.

“Fenomena cuaca ekstrem menjadi peristiwa bencana yang mendominasi di beberapa wilayah Indonesia,” ujar Abdul Muhari, Ph.D., Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam keterangannya pada Sabtu (11/4/2026).

Dari rangkaian kejadian tersebut, insiden paling fatal terjadi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Pohon tumbang akibat hujan lebat dan angin kencang menimpa tenda pengantin di Desa Lalelo, Kecamatan Kahu, Kamis (9/4/2026).

“Sebanyak delapan orang mengalami luka-luka dan satu jiwa meninggal dunia,” kata dia.

Tim gabungan bersama BPBD setempat telah melakukan evakuasi dan penanganan korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

Di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, hujan berintensitas tinggi selama dua hingga empat jam menyebabkan kerusakan di sejumlah kecamatan.

BPBD mencatat 21 rumah rusak ringan, 10 rumah terdampak, lima kendaraan roda empat rusak, satu jaringan listrik terganggu, serta empat akses jalan terdampak. Petugas telah melakukan pembersihan material pohon tumbang dan pendataan lanjutan.

Masih di Jawa Tengah, banjir juga sempat merendam empat desa di Kabupaten Banyumas akibat luapan dua sungai dan kerusakan tanggul.

“Terdapat satu unit rumah rusak sedang, 120 unit rumah lainnya dan satu unit fasilitas pendidikan terdampak banjir,” ujar Abdul Muhari.

BNPB menyebut banjir di wilayah tersebut telah surut pada Jumat (10/4/2026), dilanjutkan kerja bakti pembersihan lumpur bersama warga.

Baca juga: Aktivitas Gempa Susulan Maluku Utara Menurun Signifikan, BMKG: Akan Meluruh dalam 2–3 Minggu

Sementara itu di Jawa Barat, cuaca ekstrem memicu kerusakan di dua kabupaten.

Di Kabupaten Bogor, pohon tumbang menutup akses Jalan Gagak Veteran 3 Tapos dan merusak 18 rumah serta satu fasilitas pendidikan. 

Sedangkan di Kabupaten Bandung, dampak lebih luas terjadi di banyak kecamatan dengan catatan tujuh rumah rusak berat, 20 rusak sedang, 57 rusak ringan, serta 51 rumah lainnya terdampak.

Sejumlah fasilitas umum seperti tempat ibadah, sekolah, jembatan, akses jalan, hingga kandang hewan juga mengalami kerusakan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini