TRIBUNNEWS.COM - Gempa bumi kuat mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangih, Sulawesi Utara pada Senin (8/6/2026) pukul 06.37.42 WIB, membuat warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Menyusul adanya gempa magnitudo 7,7 tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di Indonesia.
Informasi dari BMKG, analisis awal mencatat kekuatan gempa 7,9, dimutakhirkan menjadi M 7,7 dalam pembaruan sistem peringatan dini tsunami.
Gempa yang berpotensi tsunami tersebut, menambah daftar bencana alam di Tanah Air.
Tiga bulan terakhir, ada dua peristiwa gempa bumi yang berpotensi tsunami.
Pada Kamis, 2 April lalu, gempa bumi M7,6 terjadi di wilayah Pantai Barat Daya Pulau Mayau, Batang Dua, Ternate, Maluku Utara. diguncang gempa tektonik. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tersebut, berpotensi tsunami.
Terbaru, gempa M 7,7 dirasakan sejumlah wilayah Kepulauan Sangihe, terutama di Tahuna dan sekitarnya pada Senin (8/6/2026) pagi.
Informasi awal yang beredar bahwa gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 berpusat di wilayah Filipina dengan kedalaman sekitar 105 kilometer.
Getaran tersebut, turut dirasakan warga di Manado, Minahasa Utara, Minahasa, Kota Bitung, Kota Kotamobagu, dan Bolaang Mongondeo serta di daerah Kabupaten Kepulauan.
Baca juga: 15 Wilayah Siaga Potensi Tsunami Dampak Gempa M 7,7 Sulut Pagi Ini, Manado, Minahasa hingga Donggala
Aktivitas masyarakat pun sempat terhenti karena warga memilih keluar dari bangunan guna mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.
Hal tersebut, disampaikan seorang seorang warga Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe.
"Getarannya cukup kuat, kami langsung keluar rumah bersama keluarga karena takut terjadi sesuatu," ungkapnya, dilansir TribunManado.co.id.
Hal yang sama juga dirasakan Paul, warga Minahasa.
"Gempa terasa kuat dan lama," katanya, dikutip dari Kompas.com.
Baca tanpa iklan