Laporan Tim Wartawan Tribun Pontianak
TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Ahdari, pensiunan Disperindag Kalbar yang memiliki usaha warung di kediamannya di Jl Prof M Yamin, Kota Pontianak, tak mampu menutupi kekecewaannya, terkait kasus ditemukannya belalang mati di dalam air galon merek Pasqua yang ia jual.
"Saya melaporkan temuan itu ke distributor, namun pelayanan mereka sungguh mengecewakan. Bukannya mengantisipasi, karyawannya malah bilang, sudah biasa orang komplain seperti itu," kata Ahdari saat ditemui Tribun di kediamannya, Sabtu (9/7/2011) lalu.
Kasus ditemukannya belalang mati di dalam air galon itu terjadi sepekan sebelumnya. Mulanya, Desi, anak kos di rumah Ahdari, membeli air galon merek Pasqua.
Ketika air galon itu dituangkan dalam teko, binatang itu pun terjatuh ke dalam wadah tersebut. Desi langsung memberitahukan ke Ahdari, yang kemudian menggantikannya dengan air galon yang baru.
Karena pengaduan ke distributor tempat dia membeli air galon itu tidak ditanggapi dengan baik, Ahdari kemudian mengirim SMS ke layanan Hotline Tribun.
"Saya tidak bermaksud menjatuhkan perusahaan pembuatnya. Kami hanya ingin memastikan produsen benar-benar menjaga produknya. Air galon ini 'kan dikonsumsi orang banyak, bisa berbahaya kalau mutu tidak terjamin serta tidak aman," bebernya.
Isni Ernawati SE, Manajer Distribusi dan Marketing PT Tirta Borneo Agung selaku distiributor air mineral Pasqua yang berada di Pontianak, ketika dikonfirmasi, tidak membantah adanya temuan benda aneh di dalam galon tersebut.
"Terus terang, untuk masalah ini, saya tidak membantah. Mungkin bisa jadi keteledoran yang dialami saat produksi, atau juga bisa dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab," ujar karyawan senior Pasqua ini saat ditemui Selasa (12/7) siang di kantornya.
Ia menyesalkan karyawannya yang tidak menanggapi dan menyampaikan keluhan dari konsumen, sehingga ia tidak mengetahui permasalahan yang ada.
Isni mengaku saat itu berada di luar kantor. "Kalau saya ada di kantor, pasti akan saya tanggapi. Saya juga bisa menyampaikan kepada pihak produksi yang ada di Singkawang untuk menindaklanjuti, jangan sampai hal ini terjadi kembali," katanya.
Terkait kemungkinan hal itu dilakukan orang dalam, Isni menuturkan, "Saya ini sudah 15 tahun kerja di lingkungan Pasqua, jadi saya paham betul bagaimana mekanisme kerja di sana. Jika ada orang dalam yang bermain belakang, bisa saja tutup diambil dari kantor dan galon kosong diisi di luar, baru di distribusikan ke rumah pelanggan kita."
Untuk dugaan itu, Isni menyatakan akan menyelidikinya. Ia juga akan menemui pelanggan yang komplain. "Saya akan minta maaf kepadanya. Jika saya mengelak dari masalah ini, justru tidak akan menyelasaikan masalah," katanya
Agus Supriadi, Kepala Produksi PT Passy Tirta Agung Singkawang, yakni perusahaan yang memproduksi air mineral Pasqua, juga mengakui adanya temuan tersebut dan diduga kuat merupakan kekhilafan dari karyawannya pada saat produksi.
"Itu mungkin terjadi human error yang dilakukan staf. Setiap manusia, siapa yang tidak pernah teledor. Justru saya berterimakasih sudah dikoreksi oleh pelanggan Pasqua yang ada di Pontianak," ungkapnya saat dihubungi Tribun melalui ponselnya, Selasa sore.
Baca tanpa iklan