News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kerusuhan di Lampung Selatan

Rusuh, Jari PNS Lampung Selatan Dibacok hingga Putus

Editor: Yulis Sulistyawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

oto-foto kerusuhan di Kota Dalam, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, Selasa (24/1/2012)

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNGĀ  - Ismail (59) dan Hendra (29) menjadi korban kerusuhan di Kota Dalam, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. Keduanya kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Abdul Moloek (RSUAM) karena menderita sejumlah luka bacok.

Menurut Ismail, dirinya tidak tahu persis mengenai penyebab terjadinya kerusuhan. Saat itu pria yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lampung Selatan ini tengah berada di belakang rumah mengurus kebun, tiba-tiba datang tiga orang tak dikenal yang langsung melakukan penyerangan terhadapnya.

Akibatnya warga Kota Dalam ini mengalami sejumlah luka bacok di bagian kanan belakang kepala, pelipis kiri, dan putus telunjuk kanan.

"Ada tiga orang, yang satu nyerang saya dengan golok, yang dua ntah kemana. Saat diserang saya berusaha nangkis dengan tangan, ni satu putus tangan (telunjuk) kanan," paparnya, Selasa (24/1/2012).

Selain Ismail, Hendra alias Erik yang masih berstatus keponakannya pun ikut menjadi korban. Pengakuan Hendra, saat itu seperti biasa ia hendak berangkat bekerja dengan berjalan kaki. Namun karena kondisi tidak kondusif, bapak satu anak ini memutuskan untuk kembali pulang ke rumah.

Di tengah perjalanan pulang melewati perempatan Kota Dalam, ia mendapati penyerangan serupa yang dialami Ismail.

"Ada penyerangan dari arah Sidomulyo ke Kota Dalam. Hampir seribuan itu massanya. Nah pas itu ada yang ngelempar saya dengan golok, kena di bawah lutut saya," ujar warga Bandar Dalam ini.

Sebelum dirujuk ke RSUAM, Ismail dan Hendra sempat dilarikan ke puskesmas dan balai pengobatan setempat. Namun karena kondisi yang tidak memungkinkan, para medis merujuk dua korban kerusuhan tersebut ke rumah sakit tipe B pendidikan. Akibat kejadian itu Ismail dan Hendra harus mendapat perawatan intensif selama beberapa hari.(Yani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini