News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Harga BBM Naik

Demo Tolak Kenaikan Harga Pertamax, Mahasiswa Turun ke Jalan di Jakarta dan Kendari

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DEMO - Kenaikan harga Pertamax picu aksi unjuk rasa mahasiswa di Jakarta dan Kendari, tuntut solusi atas beban hidup.

TRIBUNNEWS.COM - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax memicu gelombang aksi unjuk rasa di sejumlah daerah.

Massa dari berbagai elemen mahasiswa kembali turun ke jalan menuntut solusi atas beban biaya hidup yang dinilai semakin berat setelah harga BBM nonsubsidi mengalami lonjakan signifikan.

Daftar harga BBM terbaru per 10 Juni 2026 mengalami perubahan setelah Pertamina Patra Niaga menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Green.

Kenaikan harga berlaku mulai Rabu (10/6/2026) di seluruh wilayah pemasaran Pertamina.

Berdasarkan keterangan resmi Pertamina Patra Niaga, harga Pertamax (RON 92) kini menjadi Rp 16.250 per liter dari sebelumnya Rp 12.300 per liter.

Sementara itu, harga Pertamax Green 95 (RON 95) naik menjadi Rp 17.000 per liter dari sebelumnya Rp 12.900 per liter.

Demo Muncul di Sejumlah Daerah

Berdasarkan catatan Tribunnews.com, setidaknya terdapat dua titik aksi unjuk rasa yang digelar pada Rabu (10/6/2026). 

Gelombang protes tersebut diperkirakan masih berlanjut pada Kamis (11/6/2026), dengan aksi terpusat di sejumlah wilayah termasuk Jakarta dan Kendari, Sulawesi Tenggara

HMI Demo Tolak Kenaikan Pertamax di Cikini

Aksi unjuk rasa yang digelar massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Pusat-Utara di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, berakhir dibubarkan aparat kepolisian pada Rabu malam.

Demonstrasi yang berlangsung di Jalan Cikini Raya sempat diwarnai ketegangan antara peserta aksi dan petugas. Namun situasi tetap terkendali dan massa membubarkan diri sekitar pukul 21.32 WIB.

Ketua HMI Cabang Jakarta Pusat-Utara, Amiruddin Emon, mengatakan aksi tersebut merupakan respons atas berbagai persoalan yang berkembang di tingkat nasional.

Menurutnya, kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax menjadi salah satu pemicu utama mahasiswa turun ke jalan.

"Aksi tadi sebagai respons spontan terhadap dinamika politik kebangsaan kita hari ini, dan pemantiknya memang karena adanya kenaikan BBM itu," ujar Amiruddin dikutip dari Kompas.com, Kamis (11/6/2026).

Dalam aksi tersebut, massa juga menyoroti transparansi program Makan Bergizi Gratis (MBG), pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga BBM, hingga dugaan praktik korupsi dalam sejumlah program pemerintah.

Amiruddin menilai kenaikan harga Pertamax berpotensi menimbulkan efek berantai terhadap kehidupan masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah yang harus menghadapi kenaikan biaya transportasi dan kebutuhan pokok.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini