News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ratusan Nelayan Bireuen Ngamuk, Bakar Boat Marinir

Editor: Anwar Sadat Guna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Nelayan membakar speedboat yang digunakan marinir di Pos Lanal Peudada, Bireuen, Sabtu (28/4/2012).

Melihat massa semakin beringas, aparat gabungan TNI/Polri melepaskan rentetan tembakan ke udara, sehingga massa membubarkan diri. Selanjutnya atas imbauan Dandim dan Panglima Laot, speedboat yang tinggal kerangka itu ditarik lagi oleh nelayan ke tempat semula.

Setelah boat ditarik, aktivitas nelayan di PPI Peudada kembali normal. Sebagian menurunkan ikan, sebagian lainnya istirahat di PPI, seakan tidak ada kejadian apa-apa.

Sedangkan korban Jafaruddin terlihat istirahat di Pos PPI karena mengaku pinggul dan kepalanya sakit, serta lecet di belakang telinga kanan. Sejumlah anggota TNI/Polri bersenjata lengkap tetap berjaga-jaga di sekitar Pos Lanal Peudada.

Kasus Ketiga
Panglima Laot Aceh, HT Bustamam mengecam keras insiden pemukulan nelayan oleh oknum TNI AL Pos PPI Peudada. “Aparat keamanan yang seharusnya melindungi masyarakat, malah menyakiti. Kami sangat sesalkan kasus ini,” tandas HT Bustamam dalam tanggapan tertulis yang dikirim ke Serambi, tadi malam.

Menurut informasi yang diterima Panglima Laot Aceh, ini adalah kejadian ketiga nelayan dipukuli hanya karena tidak memenuhi permintaan oknum TNI AL yang meminta ikan.

“Kami minta aparat penegak hukum mengusut kasus ini sampai tuntas dan oknum yang bersalah dijatuhi hukuman berat,” tulis pernyataan itu.

Pada pernyataan yang sama, Sekjen Panglima Laot Aceh, H Umar Abd Aziz mengingatkan semua pihak bahwa kasus kekerasan oleh aparat negara terhadap masyarakat sipil bisa dikategorikan pelanggaran HAM. Apalagi sudah terjadi berulang kali.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini