Laporan Wartawan Serambi Indonesia
TRIBUNNEWS.COM, BIREUEN – Nelayan Bireuen dari Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Peudada mengamuk sambil melempari Pos Lanal dan membakar hingga hangus satu unit speedboat marinir.
Kasus itu sendiri disebut-sebut berawal dari pemukulan oleh dua oknum marinir terhadap seorang nelayan.
Keterangan yang dihimpun Serambi (Tribunnews.com Network) dari berbagai sumber menyebutkan, amuk nelayan itu terjadi karena seorang nelayan bernama Jafaruddin bin Muhammad (38), warga Desa Pulo Peudada, Sabtu (28/4/2012) siang, dipukul oleh dua oknum anggota marinir yaitu Kopral Kepala AS dan Praka Ad.
Kasus itu sendiri bermula ketika korban Jafaruddin pulang menjemput ikan menggunakan boat becak milik H Saiful. Ketika di mulut kuala, korban bertemu dengan dua oknum manirir berpakaian preman menggunakan speedboat.
Kedua oknum itu meminta ikan kepada Jafaruddin, namun korban tidak memberikan karena ada pesan dari Fauzi (pawang boat tempat ia mengambil ikan) agar tidak melayani permintaan siapapun. Jafaruddin bertanggungjawab melansir ikan dari boat dan diterima utuh di PPI.
Saat tiba di PPI dan hendak melansir ikan ke darat, kedua oknum marinir itu naik ke atas boat becak milik Jafaruddin sambil bertanya mengapa boatnya melaju kencang. Tiba-tiba Jafaruddin dipukul di bagian kepala, pundak, dan di bagian belakang telinga kanan oleh kedua oknum marinir tersebut.
Saat pemukulan itu terjadi, nelayan yang berada di PPI tidak berani membantu. Sedangkan kedua oknum marinir itu, setelah menganiaya korban, langsung kembali ke pos mereka di seberang sungai, arah barat PPI.
Seorang sumber TNI di Lhokseumawe menginformasikan, pemukulan itu terjadi karena kedua oknum marinir tersebut diduga kesal, sebab ketika ditanyakan kenapa boat dipacu kencang sekali, korban tidak menjawab, malah tertawa.
“Mungkin anggota tersinggung dan terjadilah pemukulan,” kata sumber itu.
Serbu Pos Lanal
Pada pukul 10.30 WIB atau sekitar setengah jam setelah aksi pemukulan, ratusan nelayan dengan menggunakan boat merapat ke pinggiran Krueng Peudada dan selanjutnya menyerbu Pos Lanal.
Tanpa dikomando massa melempari pos tersebut dengan batu sambil berteriak agar anggota marinir yang memukul rekan mereka keluar dari pos.
Untungnya, dalam suasana genting itu, aparat TNI dan Polri dibantu Panglima Laot setempat berhasil mengendalikan massa sehingga tidak berhasil masuk ke pekarangan Pos Lanal.
Tak lama kemudian, Dandim 0111/Bireuen, Letkol Inf M Arfah bersama Komandan Subdenpom Bireuen, Kapten CPM Lukman Hakim dan beberapa anggotanya tiba di lokasi dan menenangkan massa.
Selanjutnya, kedua oknum anggota marinir yang memukul nelayan bersama empat anggota marinir lainnya yang bertugas di Pos Lanal digiring ke Pos Subdenpom Bireuen.
Kemarahan massa ternyata belum berakhir. Mereka kemudian menarik speedboat marinir yang ditambat di pinggir sungai depan Pos Lanal ke lokasi sejauh lebih kurang 400 meter sebelah selatan pos atau sekitar 30 meter arah selatan jembatan rangka baja lintas nasional Banda Aceh-Meulaboh.
Massa menyiram speedboat itu dengan minyak setelah terlebih dahulu menyusun daun kelapa kering di atasnya. Pada detik-detik selanjutnya api pun disulut sehingga dalam tempo singkat speedboat berbahan fiber itu hangus total.
Baca tanpa iklan