"Habis kencan, saya kasih uang Rp 20 ribu. Rani minta tambah Rp 20 ribu. Saya tidak ada uang lagi, tapi dia (Rani) tarik celana saya. Uang saya hanya Rp 20 ribu. Saya mau keluar, ia tarik. Lalu, saya dorong, dan kami sempat baku dorong di kamar. Lalu saya tikam korban di tubuhnya. Ia sempat bangun. Kami baku dorong lagi. Saya bawa pisau dari rumah. Pisau itu milik bapak saya," tulis Evan.
Usai dimintai keterangan, Evan dijebloskan ke sel Mapolres Sikka. Jenazah Rani direncanakan dibawa ke Mataram.
"Saya sudah minta bantuan Tina, adik korban, agar menelepon keluarganya di Mataram. Korban akan kami tanggung agar dibawa kembali ke kampung halamannya," kata Aris, pengelola pub, kepada Pos Kupang, Sabtu dini hari. (*)
Baca tanpa iklan