Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
TRIBUNNEWS.COM NUNUKAN- Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Minggu (27/5/2012) berjanji akan memberikan perhatian terhadap usulan pembentukan Provinsi Kalimantan Utara dan Kota Sebatik.
Hal ini ditegaskan Ketua Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) ini saat menyampaikan sambutan pada Pencanangan Percepatan Pembangunan Perbatasan di Hotel Aniar, Kecamatan Sebatik Timur sore ini. Acara itu juga dihadiri Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, Menkokesra Agung Laksono, dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum serta Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.
Gamawan mengatakan, ada hal-hal yang perlu difokuskan di kawasan perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan Timur diantaranya pembentukan Kota Sebatik, agar Indonesia tidak minder dengan Tawau, Malaysia yang jauh lebih maju.
"Niat kita sejajar dengan Tawau," ujarnya.
Beberapa waktu lalu, kata Mendagri, ada usulan DPR RI untuk memekarkan 19 daerah otonomi baru diantaranya Kaltara dan Kota Sebatik.
"Saya belum bisa menjawab, tetapi Insya Allah saya akan memberikan perhatian, kalau ini akan dibahas bersama dan keputusan akhirnya kesepakatan antara pemerintah dan DPR RI," ujarnya.
Jika nantinya ia telah ditunjuk Presiden untuk membahas pemekaran dimaksud, paling tidak kehadirannya ke Pulau Sebatik hari ini sudah bisa memberikan gambaran, mengenai perlu atau tidaknya memekarkan Sebatik menjadi kota tersendiri.
"Untuk itulah kami sengaja ke Sebatik, karena ini akan dibicarakan supaya kita bisa mendapatkan gambaran bagaimana kita bisa membangun? Tanpa pemekaran ataukah hanya dengan pemekaran ini bisa disejajarkan dengan Tawau?" ujarnya.
Perlu mempertimbangkan, apakah dari segi luas wilayah, demografis, geografis dan faktor lainnya, wajar dilakukan pemekaran di Sebatik?.
"Seteleh kami saksikan langsung, segera kami tindakjanjuti. Intinya bagaimana daerah ini bisa menjadi lebih baik dimasa akan datang," ujarnya.
Baca tanpa iklan