Pemabuk Bacok Mualim I KM Bukit Siguntang
Laporan Wartawan Pos Kupang, Feliks Janggu
TRIBUNNEWS.COM, LEWOLEBA--Mualim I Kapal Motor (KM) Bukit Siguntang, Katno (55), dibacok Robert Mani (35), saat kapal bersandar di Pelabuhan Lewoleba, Jumat (17/8/2012), sekitar pukul 09.00 Wita. Pelaku, warga Watuwawer, Kecamatan Atadei, Lembata, itu sudah ditahan polisi.
Mani, penumpang asal Lembata yang pulang dari perantauan di Malaysia, membacok Katno di dek lima kapal itu menggunakan sebilah parang. Katno menderita luka-luka di kepala bagian belakang, tengkuk dan telinga. Tangan kanannya patah sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lewoleba.
Informasi yang diperoleh Pos Kupang di Lewoleba menyebutkan, Mani naik di Nunukan, Kalimantan Timur (Kaltim). Pelaku diduga mabuk. Saksi mata, Sr. Mariani, PRR, kepada wartawan di Pelabuhan Lewoleba menyebutkan ciri-ciri pelaku. Badannya kurus, tinggi dan hitam. "Saat pelaku pegang parang, korban ada di samping saya. Dia hitam, tinggi dan kurus. Saya dengar tadi dia mabuk," tutur Sr. Mariani, yang datang dari Nunukan.
Mariani mengatakan, Katno dibacok (dipotong) tiga kali di kepala, tengkuk dan lengan. "Setelah potong korban, pelaku langsung lari ke belakang. Dia tidak menyasar penumpang lain," kata Mariani.
Disaksikan Pos Kupang, korban Katno digotong dari atas kapal ke ambulans untuk mendapatkan pertolongan medis. Sementara korban digotong, ratusan penumpang mudik lebaran tetap sibuk.
Sempat terjadi kepanikan saat polisi turun ke lokasi dengan mobil dalmas. Karena diinformasikan ada anggota polisi yang ditikam, ternyata kapten kapal yang dibacok.
Penumpang tambah panik, karena bersamaan polisi memborgol pelaku ke mobil dalmas, dua pelaku tawuran juga ditangkap polisi. Salah seorang yang diinformasikan mencuri, nekat melompat dan menceburkan diri ke laut. Lalu ditangkap Pol Air.
Wakapolres Lembata, Kompol Dahrul Ichwan, turun bersama anggotanya. Sedangkan Kapolres Lembata, AKBP Marthen Johannis, Wakil Bupati Lembata, Viktor Mado Watun dan Asisten 1 Setda Lembata, Nico Paji Liarian, menjenguk korban di RSUD Lewoleba.
Direktur RSUD Lewoleba, dr. Geril Huar Noning, melalui dokter jaga IGD RSUD Lewoleba, dr. Astarin Ardiani, mengungkapkan, korban harus dioperasi. Kondisinya stabil, hanya terjadi pendarahan di tangan karena patah. "Tim dokter sementara melakukan operasi," kata Ardiani.
Wakil Bupati Lembata, Viktor Mado Watun, menyayangkan peristiwa itu. "Kita sangat sayangkan ini dilakukan warga Lembata. Pemerintah dan DPRD perlu menyampaikan permohonan maaf resmi kepada Pelni pusat," kata Viktor. Mengenai biaya pengobatan, kata Viktor, pemerintah daerah akan memikirkan hal itu. "Yang penting korbannya cepat sembuh. Kita akan koordinasikan biaya pengobatan ini," ujar Viktor. *
Mengamuk Sendiri
NAKHODA KM Bukit Siguntang, Captain Haji Muhadu, didampingi Chief Engineer (Kepala Permesinan), Wagi H Mahedar, mengatakan, pelaku mengamuk sendiri, diduga karena mabuk. Karena itu, lanjut Muhadu, pihak kapal mengontak keamanan darat, dan polisi naik ke kapal untuk mengamankan pelaku. Tetapi ternyata, Mualim I yang kena bacok dengan parang sepanjang sekitar 50 centimeter.
Apakah ada masalah dengan pihak kapal? Muhadu menegaskan, tidak ada masalah. Pelaku diduga mabuk. Apakah Anda tidak akan datang ke Lewoleba lagi? "Ah, kami bertugas untuk melayani negara dan masyarakat," tegas Muhadu.
Baca tanpa iklan