News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tari Nyaris Diperkosa Sopir Mobil Carteran

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ilustrasi

Saat itu dua anggota Polres Bangka yang tiba mengamankan 1 buah palu yang sudah tercopot dari gagangnya di lokasi. Sementara Tari langsung dilarikan ke RSUD Sungailiat untuk mendapat perawatan medis dan melakukan visum.

Setelah menjalani perawatan medis, Tari menunjukkan lokasi sebuah rumah tempat pelaku menukar kendaraan. Namun hingga saat ini belum seorang pun yang diamankan oleh polisi terkait kasus tersebut.

Pengacara keluarga korban, Dharmanirmala tetap mempercayai pihak kepolisian akan bisa mengungkap peristiwa tersebut. Hingga saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan penyidik Polres Bangka. Apalagi, kata Dharmanirmala kasus ini tidak murni hanya penganiayaan saja, namun dibutuhkan pendalaman kasus secara intesif untuk mengetahui motif yang dilakukan pelaku secara keji. Sebab kalau saja tidak ada saksi mungkin saja klienya menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan oleh pelaku.

"Kami memantau kasus ini sampai dibawa ke pengadilan untuk meminta keadilan bagi klien kami yang sudah menjadi haknya untuk mendapat perlindungan hukum," kata Dharmanirmala

Sementara itu Ketua Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak Babel Nurmala Dewi mengatakan saat ini pihaknya masih terus mendampingi Tari yang masih trauma dan mendapat perawatan atas luka-luka fisik yang dialami.

Menurut Nurmala Dewi, Tari saat itu meninggalkan rumah hanya untuk ditemukan dengan kekasihnya bernama Teguh. Apesnya, sesampai di Palembang Tari bukan bertemu dengan Teguh, namun tak satu pun yang ia kenal saat berada di Palembang sehingga Tari berontak minta dipulangkan.

"Kasus ini merupakan kasus paling keji yang harus dialami seorang wanita, apalagi korban mengalami trauma berat usai kejadian," kata Nurmala Dewi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini