Namun Linda sendiri tidak membantah terkait seringnya aksi pencurian minyak oleh warga. Menurutnya, leluasanya warga mencuri minyak juga tidak terlepas dari aksi main mata dengan aparat. "Jangan masyarakat be disalahkan. Carilah siapo penampungnya, diproses," ujarnya sengit karena tidak terima aksi warga disebut mencuri di media massa.
Paldianto terlihat belum cukup kondusif untuk diajak bicara. Ia hanya terbaring lemah di ranjang nomor dua dari sudut ruangan. Beberapa helai kain terlihat menutupi tubuhnya.
Paldianto dirawat besama sembilan orang lainnya di RS DR Bratanata, yakni Rodiana (29), Rokiah (21), Sukri (23), Habiza (70), Sandi (28), Sunarto (40), Aprilazi (13), Rebu (60), dan Joni (12).
Enam korban dirawat di ruang Cendana, 2 di ruang Cemara, 1 di Kenari, dan seorang lainnya di IGD. Sementara Andri Wandara (24), sudah dipulangkan ke Bayung Lencir dalam keadaan meninggal. (Tribun Jambi/lis)
Baca tanpa iklan