News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ekspor Buah dan Sayuran ke Eropa Masih Terkendala

Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Beberapa pedagang sayur menyusun dagangan mereka pada hari pertama usai Lebaran di Pasar Klandasan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (20/8/2012). Pada H+1 Lebaran, harga rata-rata sayuran hijau naik hingga 100%, hal ini disebabkan banyak petani dan penyuplai barang masih libur. (TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN)

Laporan Reporter Tribun Jogja, M Nur Huda

TRIBUNNEWS .COM, TEMANGGUNG - Ekspor buah dan sayuran Indonesia mengalami kesulitan untuk menembus pasar Eropa. Penyebabnya karena negara-negara Eropa melindungi produk pertaniannya.

Hal itu disampaikan Kasi Regional Direktorat Pemasaran Internasional, Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Erlina Suyanti, saat ditemui seusai sosialisasi Komunitas ASEAN dengan Pemda, Pengusaha, dan Asosiasi Petani di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (2/11/2012).

"Kita susah masuk ke sana. Eropa cenderung melindungi produknya sendiri. Seperti Jepang, pertaniannya dilindungi sekali, tidak seperti kita. Sebenarnya itu bagus, tapi kita susah ekspor ke sana," katanya.

Erlina Suyanti mengatakan, Eropa menerapkan standar yang tinggi untuk masuknya produk-produk pertanian dari negara lain. Di samping itu, yang juga menjadi kendala adalah persoalan jarak yang terlalu jauh, sehingga memberatkan transportasi.

Seperti di beberapa negara lain, diperlukan subsidi dari pemerintah pada transportasi ekspor buah dan sayuran.

"Karena terlalu jauh itu membuat buah dan sayuran cepat busuk, sehingga kita belum ekspor ke sana, terutama buah yang cepat sekali busuk," katanya.

Walau demikian, tidak menutup kemungkinan di masa-masa akan datang semua kendala tersebut mampu teratasi, sehingga ekspor buah dan sayuran ke Eropa bisa dilakukan.

Selama ini ekspor buah dan sayuran Indonesia sudah rutin dilakukan ke Singapura. Juga telah coba diekspor ke beberapa negara lain, yakni Cina dan Korea. Ke depan, ekspor buah dan sayuran mulai dilakukan ke Australia. Antara lain jenis buah manggis, salak, dan mangga.

"Dulu kalau manggis harus dibuang kupingnya karena Australia menganggap itu mengandung bakteri, juga banyak semutnya. Sekarang cuma kita treatment agar bersih, dibuang semutnya. Untuk manggis ini protokolnya hampir selesai, mudah-mudahan tahun depan sudah bisa kita ekspor," jelasnya. (*)

Baca  Juga  :

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini