News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Susah Deteksi Narkoba di Bandara El Tari Kupang

Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bandara El Tari Kupang

* Alat Deteksi Tidak Lengkap

Laporan Wartawan Pos Kupang, Muhlis Al Alawi

TRIBUNNEWS. COM, KUPANG -- General Manager PT Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang, Imam Pramono menyatakan, susah mendeteksi keluar masuknya narkoba di Bandara El Tari Kupang. Ketiadaan alat pendeteksi termasuk anjing pelacak menjadi persoalannya.

Fakta itu disampaikan Imam saat berbincang-bincang dengan wartawan di sela-sela kegiatan Cinta Dirgantara Lanud El Tari di Pangkalan Udara TNI AU El Tari Kupang, Rabu (27/2/2013). Imam mengatakan, membutuhkan piranti canggih berharga puluhan miliar rupiah untuk mendeteksi masuk-keluarnya narkoba di Bandara El Tari Kupang. "Kalau ada narkoba masuk ke ruang pemeriksaan maka alat itu memberikan tanda yang berbeda," ujar Imam.

Menurut Imam, pengadaan alat-alat pendeteksi bukan menjadi kewenangan PT Angkasa Pura, tetapi instansi lain seperti bea dan cukai. Imam mengatakan, PT Angkasa Pura hanya menjamin keselamatan penumpang seperti ancaman dari bom, senjata api dan bahan-bahan yang membahayakan keselamatan penerbangan. Kalau narkoba, menurutnya, dianggap bukan bahan berbahaya yang dapat mengancam keselamatan penerbangan.

Sebenarnya untuk menekan biaya, kata Imam,  bisa menggunakan anjing pelacak yang dapat ditaruh di terminal penumpang dan kargo. Pasalnya, pintu keluar masuk bandara hanya di dua unit saja di terminal dan kargo (barang). Namun penyediaan anjing pelacak bukan menjadi tugas dan kewenangan PT Angkasa Pura.

Menyoal menekan keluarnya calon TKI ilegal, Imam mengatakan, pemerintah harus diaktifkan kembali satuan tugas perlindungan yang dibentuk Pemerintah Propinsi NTT. Tim itu terdiri dari Nakertrans, Apjati, Satpol PP, BNP3TKI, polisi dan TNI AU. Tim itu berada di bandara hingga penerbangan pesawat terakhir.

Ia mendapatkan informasi, anggaran untuk operasional satgas itu sudah tidak ada lagi. Dengan demikian, mulai Januari 2013 tim itu tidak bekerja lagi.

Jaga Bandara

Komandan  Lanud TNI AU El Tari Kupang, Kolonel (Pnb) Eko Dono Indarto mengajak seluruh instansi untuk bersama-sama menjaga keamanan Bandara El Tari Kupang. Pasalnya amannya Bandara El Tari, Kupang juga akan membantu mensukseskan pembangunan di NTT.

"Mari kita bersatu. Kita ini sama-sama bertugas. Yang membedakan hanya dari pakaiannya saja. Tugas sama yakni mensukseskan pembangunan di daerah baik itu TNI ataupun Polri," ujar Indarto.

Indarto mengatakan, selama pengamanan bandara, jajarannya tidak memiliki permasalahan dengan aparat kepolisian. Namun, katanya, harus diingat bahwa secara geografi Bandara El Tari berada di wilayahnya Lanud El Tari Kupang.

Ia mengatakan, perkembangan daerah menuntut adanya mobilisasi angkutan udara begitu besar. "Kepentingan militer tentang fasilitas kebandaraan untuk kepentingan militernya lebih duluan dibandingkan dengan sipilnya. Lantaran kami memiliki tanggung jawab terhadap wilayah makanya tugasnya TNI AU khususnya Lanud El Tari yaitu mengamankan aset negara yang di dalamnya ada bandara tadi," kata Indarto.

Bila terjadi persoalan-persoalan publik, kata Indarto, jajarannya tidak mengecilkan peran instansi lain. Permasalahan yang menyangkut gangguan aset maka jajarannya harus duluan menanganinya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini