"Kalau ada apa-apa dengan ke 15 orang itu, siapa yang tanggung jawab? Saya melarang keras mereka menumpang kapal barang," tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, 15 orang tersebut tiba di Kabupaten Berau dengan menumpang pesawat. Awalnya, ke 15 orang itu diajak seseorang untuk bekerja membangun mess dan workshop untuk sebuah perusahaan.
Namun nyatanya mereka dipekerjakan untuk membangun turap penampungan limbah. Karena tidak sesuai dengan perjanjian awal dan pekerjaan yang dijalani lebih berat, para buruh itu menuntut kenaikan upah sebesar Rp 5.000 per orang.
Namun pihak perusahaan yang mempekerjakan mereka menolak memenuhi permintaan mereka dan menolak membiayai pemulangan mereka. Celakanya, ke 15 orang tersebut mengaku baru pertama kali menginjakkan kakinya di Berau dan sama sekali tidak tahu apa-apa tentang Kabupaten Berau.
Mereka juga tidak mengetahui nama perusahaan dan tidak mengenal orang-orang yang bekerja di perusahaan tersebut.
Baca tanpa iklan