News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penipuan Bermodus Pemberkasan GTT Marak di Bangkalan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri BUMN, Dahlan Iskan (kemeja putih), berdialog dengan ratusan guru dan murid berprestasi di kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Kamis (7/3/2013). Guru dan murid berprestasi dari wilayah terpencil, pulau terluar, dan perbatasan Indonesia ini datang ke Jakarta untuk diberikan bantuan apresiasi beberapa BUMN yang peduli akan pendidikan. TRIBUNNEWS/HERUDIN

Laporan Wartawan Surya, Ahmad Faisol

TRIBUNNEWS.COM,BANGKALAN - Penipuan mengatasnamakan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bangkalan dengan korban Guru Tidak Tetap (GTT) mulai marak di Bangkalan.

Modusnya, penelpon berpura-pura mengaku Kepala BKD Abd Rasyid dan Kabid Pengembangan Karir dan Kesejahteraan Pegawai R Wahyudi.

"Saya ditanya, berapa jumlah GTT yang ada? Siapkan berkasnya dan setor ke Kantor BKD," ungkap Kepala SMPN Tanah Merah 2, Nur menirukan permintaan penelpon.

Modus yang dilancarkan penelpon kepada Nur,  dirinya langsung percaya apa yang diminta penelpon. Bahkan, salah seorang GTT di SMPN Tanah Merah 2 menyetor pulsa senilai Rp 100 ribu ke nomor penelpon.

Korban berikutnya, Kepala SMPN Kokop 3 Zainal Abidin, awalnya mengaku senang mendengar kabar bahwa ada pemberkasan GTT.
"Jumlah anak buah saya 12 GTT. Awalnya saya percaya ketika mengaku nama Yudi (Wahyudi)," jelas Zainal Abidin ketika dijumpai di Kantor BKD Bangkalan.

Kecurigaan Zainal Abidin bermula ketika pada ujungnya, penelpon mengirimkan pesan singkat dengan meminta pulsa senilai Rp 100 ribu.

"Di situlah saya curiga, masak Yudi minta pulsa?," tandas Zainal Abidin yang mengaku kenal akrab dengan Wahyudi.

Kabid Pengembangan Karir dan Kesejahteraan Pegawai BKD Bangkalan, Wahyudi telah menerima laporan dari para kepala sekolah yang menjadi sasaran penipuan bermodus pemberkasa GTT.

"Mereka langsung menelpon saya menanyakan kabar pemberkasan itu. Bahkan ada GTT yang sudah mengirim pulsa atas permintaan penelpon," tutur Wahyudi.

Atas kejadian ini, pihaknya menghimbau kepada seluruh dinas di lingkungan Pemkab Bangkalan agar waspada terhadap modus-modus penipuan.

Adapun nomor penelpon yang dirilis BKD sebagai berikut: 081212642322 dan 081294749322 mengaku atas naman Kepala BKD Abd Rasyid. Sementara nomor 081318594555 mengatasnamakan Wahyudi.

"Ini juga demi menjaga nama baik BKD dan Pemkab Bangkalan secara keseluruhan," pungkas Wahyudi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini