News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kembali, Warga Temukan Upal di Tarempa

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kasat Reskrim Polres Bogor Kota AKP Didik Purwanto menunjukkan uang palsu yang disita dari pengantin, Senin (11/2). Gara-gara uang seserahan diduga palsu, IS (25) calon pengantin harus berurusan dengan polisi. IS dimintai keterangan penyidik Polres Bogor Kota karena uang sebesar Rp 7 juta dari total Rp 20 juta yang disetorkan ke Bank BCA KCP Jalan Merdeka, Kota Bogor palsu. Uang sebanyak itu merupakan uang seserahan dari dari calon mertuanya

Laporan Wartawan Tribun Batam, Iman Suryanto

TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Untuk kesekian kalinya, warga Tarempa, Anambas menemukan adanya uang palsu (Upal) dalam bentuk pecahan Rp 100 ribu. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) melalui Kepala Kesbanglimnas Pemkab Anambas, Baharuddin Talip menghimbau kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati sekaligus meningkatkan kewaspadaannya.

"Mengenai temuan ini, kitas sudah berkoordinasi dengan instansi terkait, mulai dari pihak kepolisian hinggat satpol pp untuk secara bersama-sama mencegah dan melaporkan jika menemukan kembali adanya upal tersebut di anambas khususnya," terang Baharuddin.

Untuk itu, pihaknya sudah sering menyampaikan hal tersebut kepada masyarakat, baik melalui media cetak maupun elektronik. Adanya temuan kali ini, diakuinya sudah kesekian kalinya adanya uang palsu dalam pecahan Rp100 ribu, namun demikian pihaknya belum mengetahui pasti motif dan tujuan dari peredaran upal tersebut.

“Sebelumnya kita memang ada temukan ada dua lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu tersebut. Hal itu juga didapat dari laporan warga," ungkapnya.

Pihaknya juga sangat berterima kasih kepada segenap warga yang melaporkan adanya temuan tersebut. Dan selanjutnya jika ada warga yang menemukan uang palsu diminta segera melaporkannya ke pihak berwajib.

“Kita tidak mau ada uang palsu beredar di sini. Karena dampaknya akan sangat merugikan baik bagi pemegangnya maupun perekonomian di Anambas,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, temuan upal pecahan Rp 100 ribu tersebit diketahui oleh warga saat melakukan transaksi berbelanja di pasar yang awalnya sangat curiga akan halusnya permukaan uang dan pucatnya warna uang tersebut. Begitu dilakukan 3D(diraba, ditrawang dan di lihat tali airnya) ternyata tidak memiliki tanda benang.

Menanggapi adanya temuan uang palsu pecahan Rp.100 ribu tersebut, Kapolsek Sintan AKP Dedy yang yang ditemui Tribun mengatakan pihaknya akan memerintahan personilnya

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini