TRIBUNNEWS.COM BANDUNG, - Mulai saat ini, masyarakat Kota Bandung, jangan kaget bila mendengar sirine berbunyi, apalagi di tengah malam. Pasalnya, jajaran Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung melakukan terobosan baru dengan membunyikan sirine selama sekitar 30 detik setiap satu jam sekali.
Terutama, sirine tersebut dibunyikan oleh mobil-mobil polisi yang tengah berpatroli, keliling ke seluruh penjuru Kota Bandung. Tak lain hal itu guna memberikan kenyamanan, ketenangan, dan keamanan bagi masyarakat Bandung.
Menyusul aksi blusukan yang telah dilakukan oleh Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Mashudi ke kampung-kampung di seluruh penjuru Kota Bandung. Kali ini, kendaraan patroli atau mobil-mobil patroli yang kerap berkeliling, bersiaga akan membunyikan sirine sebagai tanda bahwa polisi saat itu berada di tengah masyarakat.
"Terobosan yang kami lakukan, ide ini dari Kasat Sabhara. Sekarang itu, semua mobil patroli tiap satu jam sekali menyalakan sirine sekitar 30 detik. Semua serempak. Jadi di polsek-polsek semua mobil yang tengah patroli bunyi. Apalagi tengah malam. Itu artinya, Polisi Ada dan tengah siaga. Masyarakat diharapkan tidak kaget atau terkejut lagi," ujar Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Mashudi di dalam sebuah acara di Jalan Sumatera, Bandung, Senin (20/1).
Tak dimungkiri, selain mengantisipasi aksi-aksi kejahatan jalanan yang kerap kali terjadi, khususunya di keheningan malam. Secara tidak langsung, dengan adanya bunyi sirine memberi efek kepada para pelaku kejahatan untuk mengurungkan niatnya.
Lebih dari itu, dengan terdengarnya bunyi sirine tersebut memberikan ketenangan bagi masyarakat kalau polisi saat itu ada dan tengah bersiaga. Masyarakat tidak perlu merasa khawatir, takut, apalagi terkejut bila tiba-tiba mendengar suara sirine di tengah malam.
"Makanya, tolong sampaikan kepada masyarakat. Tidak perlu kaget kalau sekarang mendengar suara sirine. Apalagi malam hari. Sebaliknya, kalau ada aksi kejahatan dan pada saat itu mendengar suara sirine, segera laporkan kejadian di wilayahnya ke mobil patroli itu," kata Mashudi. (*)
Baca tanpa iklan