News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tambak Jabar Merugi Rp 432,4 M Akibat Banjir

Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gunadi, petani tambak ikan air tawar mengangkat ikan-ikan yang mati dan terapung di tambaknya, di kawasan Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (30/10/2012). Akibat peristiwa yang belum diketahui sebabnya ini, para petambak mengalami kerugian jutaan rupiah. Menurut Gun ikan para petambak terdiri dari ikan nila, mujair, dan gurame hampir seluruhnya mati. Namun hingga hari ini belum ada pemeriksaan dari pihak terkait. Sriwijaya Post/Syahrul Hidayat (2012-10-30)

TRIBUNNEWS.COM CIREBON, - Sekitar 49.843 hektare area tambak di Jabar rusak diterjang banjir pada pertengahan Januari 2014. Akibatnya, petambak menelan kerugian hingga Rp 432,4 miliar.

Tambak yang rusak itu berada di lima kabupaten di Pantura Jabar, yakni Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu, dan Cirebon. Kabupaten Indramayu merupakan kabupaten paling parah terkena dampak bajir yakni mencapai 20.156 hektare dengan jumlah petambak 10.548. Posisi kedua Kabupaten Karawang (10.986 hektare atau 3.842 petambak), kemudian disusul Kabupaten Subang (10.221 hektar atau 3.866 petambak), Bekasi (7.475 hektar atau 1.461 petambak), dan Cirebon (1.025 atau 603 petambak).

Menteri Kelautan dan Perikanan, Syarif Cicip Sutardjo mengatakan, kawasan budidaya perikanan telah terkena dampak banjir. Produksi ikan nasional pun terganggu baik untuk produksi dalam negeri maupun ekspor.

"Musibah banjir tak hanya merusak kawasan tambak, dan berdampak pada terhentinya kegiatan ekonomi dan berkurangnya pendapatan masyarakat pembudidaya tapi juga berdampak pada produksi ikan nasional," kata Cicip saat memberi bantuan kepada petambak korban banjir di Desa Bendungan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Senin (24/2/2014). (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini