"Tak lama di sana, tiba-tiba kakak telepon. Dia (Effendi) bilang bekerja di Malaysia, tepatnya di Keddah," kata Nur Santoso.
Keluarga tidak setuju Effendi bekerja di Malaysia, namun ia telanjur menyeberang. Tidak mungkin diminta balik dalam hitungan hari. Butuh waktu panjang untuk mengumpulkan ongkos, apalagi kalau mengumpulkan modal buat usaha di kampung halaman.
"Sekarang keluarga berharap proses banding berhasil. Kami masih yakini itu. Kakak saya tidak bersalah," imbuhnya. (idl)
Baca tanpa iklan