News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Batu Bacan Seberat 1,5 Ton Jadi Simbol Pulau Bacan di Halmahera Selatan

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jika berkunjung ke Pulau Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, maka anda dapat melihat batu bacan seberat 1,5 ton. Batu tersebut ditaruh di halaman depan komplek Keraton Bima Kesultanan Bacan. Ini merupakan simbol dari tempat tersebut.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, HALMAHERA SELATAN - Jika berkunjung ke Pulau Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, maka anda dapat melihat batu bacan seberat 1,5 ton. Batu tersebut ditaruh di halaman depan komplek Keraton Bima Kesultanan Bacan. Ini merupakan simbol dari tempat tersebut.

Batu bacan berwarna coklat ada corak hijau tersebut ditemukan oleh warga di Desa Palamea, Pulau Kasiruta. Batu itu dibawa ke komplek Kesultanan Bacan yang terletak di Labuha, April 2015.

"Baru tiga hari yang lalu dibawa dari Desa Palamea ke Labuha. Warga menemukan, kemudian diangkut menggunakan long boat. Ditemukan belum sampai 1 tahun," ujar Muhammad Syakir, wakil bendahara Kesultanan Bacan, saat ditemui Tribunnews.com di lokasi, Minggu (26/4/2015).

Kesultanan Bacan tetap eksis sampai sekarang, meskipun secara administratif daerah Kabupaten Halmahera Selatan dipimpin oleh seorang bupati. Saat ini, Kesultanan Bacan dipimpin Sultan Bacan ke-21, yaitu Alhajj Muhammad Gary Ridwan Sjah (43 tahun).

Menurut Muhammad Syakir, Sultan Bacan mendukung kebijakan pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan ataupun Maluku Utara. Dalam hal ini, pihak kesultanan selalu berkoordinasi dengan pemerintah.

"Kita prinsip program pemerintah kita dukung. Pemerintah selama ini komunikatif dan memang sangat sinergi," ujarnya.

Ke depan, komplek Keraton Bima Kesultanan Bacan tersebut akan dijadikan museum. Ini dilakukan sebagai salah satu tempat wisata di Pulau Bacan.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Halmahera Selatan, Muhammad Kasuba, mengatakan batu bacan seberat 1,5 ton tersebut akan dijadikan monumen.

Ini sebagai pertanda bahwa batu bacan yang berasal dari pulau itu dan sudah mendunia tersebut berasal dari pulau di wilayah Indonesia Timur.

"Itu mungkin akan dijadikan monumen. Kita simpan menjadi kenang-kenangan dalam puluhan tahun ke depan. Ini kita harap menjadi ikon dan simbol batu ada di sini dan itu bisa ditunjukkan batu tidak bisa diklaim di mana-mana punya bacan," kata dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini