Dia bilang kalau ingin jadi advokat kaya baiknya jangan di Jambi, istilah ini menarik menurutnya.
Terlebih klien yang diberi konsultasi gratis menolak, apalagi bila berbayar.
Mengenai risiko yang dihadapi, ancaman fisik ia anggap biasa, bahkan pernah dikejar orang pakai parang.
Namun karena hal tersebut sudah menjadi risiko, ia pun semakin mawas diri.
"Teror dulu sama sekarang ya sama hanya saja untuk saat ini lebih halus. Kasus yang berujung teror selain pembunuhan dan yang paling sering masalah tanah," ujarnya.
Baca tanpa iklan