Sebelumnya, warga hanya memiliki e-KTP dari tanah jawa. “Kami orang-orang transmigran yang datang sejak dua tahun lalu. Kami mengurus kartu identitas. Kami merasa sudah sebagai warga Bulungan,” ungkapnya.
Dia berperan sebagai penujuk arah. Sebab ungkap Efendi, sebagian besar warga belum punya pengalaman mengurus KTP.
Pada kesempatan kali ini ada 20 orang, atau 10 Kepala Keluarga. Pengurusan berkas sudah dilakukan sejak 17 Desember 2015 lalu.
“Waktu urus berkas yang datang hanya saya sendiri. Sekarang tinggal mengambil saja. Mengambil KTP tidak boleh diwakilkan. Harus yang bersangkutan. Karena ada cap jempol dari si pemohon. Jadi pemohon wajib datang ke kantor ini,” ungkap Efendi.
Baca tanpa iklan