Keanehan lain juga diungkapkan rekannya, Galih, yang sebelumnya bekerja sebagai penjual lotek di Bantul.
Ia mengungkapkan, saat berada di permukiman ia ikut terlibat ronda bersama warga setempat.
"Bergaul, ikut ronda. Jadi saling kenal, kami ronda bareng sama anak-anak kampung sekitar. Jadi tahu, anak-anak juga cerita yang sama, kami selaraskan, oh ternyata memang ada yang aneh," ungkapnya. (tribunpontianak/ram)
Baca tanpa iklan