Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Masrizal
TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali mengatakan tidak ada aktivis lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang lahir setelah ada hubungan dari sejenis, tapi tetap karena berhubungan dengan lawan jenis.
"Anehnya, aktivis LGBT malah melawan kodratnya sendiri," katanya dalam talkshow “LGBT Marak, Apa Sikap Kita” di Aula Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh, Senin (7/3/2016).
Pria yang akrap disapa Lem Faisal ini menjelaskan bahwa Islam tidak mentolerir prilaku LGBT.
Dia mengajak semua masyarakat untuk mewaspadai pergerakan golongan tersebut. Sebab dalam Islam tidak ada namanya hubungan sesama jenis.
Bahkan, dalam Quran pun hanya disebut dua jenis manusia, yaitu laki-laki dan perempuan. Satu jenis lagi jenis manusia yang direstui oleh Allah dan tersebut dalam Quran adalah qunsa yaitu manusia yang dalam hidupnya berubah secara total dari laki-laki ke perempuan atau sebaliknya, tapi bukan seperti waria.
"Kalau semua orang akan jadi lesbi dan gay. Bagaimana generasi yang akan datang, tidak ada lagi penambahan penduduk. Karena itu mari sama-sama kita mencari sebab musabab anak-anak kita sehingga berprilaku seperti ini," ujarnya.