Ludruk akan selamanya bertahan selama pelaku seninya ada dan mau mempertahankan. Cak Rogo tak pernah berpikir kampung seni justru menjadi kubur terakhir bagi ludruk, dan seni tradisional Surabaya lainnya.
"Sampai mati, sampai titik darah penghabisan. Saya akan berjuang demi kesenian Suroboyo, ludrukan," janji pria yang 35 tahun usianya untuk ludruk dan masa depannya bertahan.
Cak Rogo mengingatkan ludruk lewat kidungnya, "Nok Banyu Urip tuku jeruk, nok Kalidami tuku nongko. Mumpung jek urip nanggapo ludruk, besok nek mati ben munggah suwargo."
Baca tanpa iklan