Belum lagi perbedaan keturunan ras. Ada yang keturunan Eropa, India, Tionghoa, Arab, dan lainnya.
"Tapi itu semua terikat dalam ikatan kesatuan makanya disebut Bhinneka Tunggal Ika," kata Tito.
Dengan keberagaman itu, kata dia, potensi konflik sangat besar. Ia pun mengajak mahasiswa ITB untuk menjaganya.
"Kita perlu kelola dan waspadai kebhinekaan ini itu lahir sudah ada begitu saja," kata Tito. (cis)
Baca tanpa iklan