Afrizal yang dirawat di RS Bhayangkara Tingkat II Medan semula diam terbaring di atas tempat tidur. Luka di kaki kanannya tampak diperban.
Namun, ketika melihat kamera sejumlah jurnalis, remaja yang sering mangkal di persimpangan lampu merah Glugur ini menangis. Ia memanggil-manggil ibunya yang mondar-mandir di lorong rumah sakit.
Di rumah sakit, Afrizal dibawa ke ruang Radiodiagnostik. Pihak rumah sakit memastikan lebih lanjut kondisi anak kedua dari tiga bersaudara ini.(Ray/tribun-medan.com)
Baca tanpa iklan