Dalam pertemuan itu, lanjut Ahmad, Romo Prier juga menyampaikan bahwa secara pribadi ia tidak memiliki dendam dan telah memaafkan pelaku.
Namun demikian, imbuhnya, sudah menjadi tanggung jawab negara untuk mengusut kasus penyerangan ini melalui kepolisian.
Menurut Ahmad, peritiwa penyerangan di Gereja Santa Lidwina harus diambil hikmahnya. Peristiwa tersebut bukan memecah belah bangsa, tetapi justru semakin merekatkan persaudaraan.
"Yang lebih penting lagi kita ambil hikmah dari kejadian kemarin, pertama menyadarkan kita semua untuk tetap menjaga keberagaman di Yogyakarta dan Indonesia. Kejadian kemarin bukan memacah tetapi merekatkan, kita bisa lihat bagaimana kerja bakti di gereja dilakukan dari seluruh unsur masyarakat," katanya.(Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma)
Berita ini telah dimuat di KOMPAS.COM berjudul: Romo Prier, Korban Penyerangan Gereja Santa Lidwina Memaafkan Pelaku
Baca tanpa iklan