News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Permainan Jailangkung Awal Terjadinya Peristiwa Tragis Buat Sadam

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Barang bukti penganiayaan terhadap Sadam Polapa

Merasa ada tambahan anggota, Novri langsung menghajar korban dan kemudian diikuti oleh tersangka lainnya dengan cara mengeroyok korban.

Puas atas aksi balas dendamnya, para tersangka berniat pulang.

Akan tetapi, tersangka RR alias Ale (31), warga Perumahan Buha Griya, Kecamatan Mapanget, terlebih dahulu mengambil pisau miliknya yang ditinggal di rumah Ci Mei.

Saat itu juga, tersangka Ale dan TUS (19) warga yang sama dengan tersangka Novri berpapasan dengan korban yang telah berlumurann darah dibelakang Masjid Darusalam Sindulang.

Bukannya lari, korban malah menggertak para tersangka dengan sajam yang ada di pinggangnya.

Rupanya korban hanya sekedar menggertak. Pasca mengetahui tidak ada sajam ditangan korban, tersangka TUS langsung menganiaya korban dengan cara memukuli korban ke arah dada korban, tak mau mati sia-sia, korban melarikan diri ke arah tempat kos yang berada di belakang Masjid.

Tak mau korban lolos, Ale dan TUS langsung mengejar korban, dan ketika dikejar saat itu juga korban terjatuh di depan toilet kos.

Pada saat itulah TUS mengambil sebatang balok kayu yang ada ditempat tersebut dan langsung memukul berulang kali kearah tubuh korban.

Pada saat bersamaan, Ale mencabut pisau yang dibawa nya dan langsung menikam tubuh korban tepatnya di kaki kiri sebanyak tiga kali.

Melihat sudah banyak orang yang datang ke lokasi kejadian, kedua tersangka langsung tumingkas dan meninggalkan korban yang masih dalam keadaan hidup.

Korban kemudian diperbantukan warga untuk dibawa ke Rumah Sakit Islam Sitty Maryam untuk mendapatkan pertolongan.

Sayangnya akibat banyaknya darah yang keluar, korban meninggal dunia dalam perjalanan.

Kapolresta Manado, Kombes Pol FX Surya Kumara tak menampik kejadian tersebut.

"Iya jadi memang benar hari ini (Senin), kami Polresta Manado menerbitkan release penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama di Sindulang yang akhirnya menewaskan Saudara Sadam Polapa (35), Warga Bersehati, Kelurahan Calaca, Kecamatan Wenang, pada (4/3/2018) sekira pukul 03.30 wita," beber Kapolresta kepada sejumlah awak media di Lobby SPKT Mapolresta Manado, Senin (5/3/2018) sore. (Indry Panigoro)

Artikel ini telah tayang di Tribunmanado dengan judul Berawal dari Bermain Jailangkung, Begini Kronologi Pembunuhan Sadam Polapa Warga Bersehati,

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini